Afizah, Bayi Penderita Hydrocephalus Butuh Uluran Tangan  

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Seorang bayi perempuan berusia 9 bulan asal Dusun Sampot, Pekon Padangcahya, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat membutuhkan bantuan para dermawan.

Bayi kelahiran 27 Agustus 2019 yang bernama lengkap Afizah Ayunindia itu menderita penyakit Hydrocephalus, dimana terjadi pembesaran rongga kepala akibat kelebihan cairan otak.

Bacaan Lainnya



Buah hati dari pasangan Dwi Santoso dan Susilawati tersebut kini membutuhkan bantuan dari pihak dermawan untuk membantu proses pengobatan dan perawatan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga tersebut.

Pengurus Komunitas Peduli Sesama Lambar, Wartini Okta Rina mengatakan, saat ini komunitasnya telah membuka donasi untuk membantu perawatan dan pengobatan Afizah.

Bagi para dermawan yang ingin turut berbagi dapat menyalurkan bantuan melalui BRI 5660-0101-3233-534 atas nama Wartini Oktarina atau bantuan dalam bentuk logistik bayi dapat menghubungi  +62 812-7114-0215.

“Kita sama-sama mendoakan semoga Afizah bisa segera sembuh dan tumbuh besar dengan normal seperti anak-anak seusianya. Berapa pun bantuan dari para dermawan akan sangat bermanfaat bagi keluarganya,” ujarnya.

Dijelaskannya, kondisi yang dialami Afizah diketahui ketika berusia satu bulan pasca lahir secara prematur di usia kandungan 8 bulan. Saat itu oleh orang tuanya, Afizah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moelok (RSUDAM) untuk menjalani perawatan medis. Hasilnya, ia diagnosa menderita Hydrocephalus dan untuk pemeriksaan lebih intensif harus di rujuk ke rumah sakit Imanuel.

“Setelah melalui berbagai proses pemeriksaan dan pengobatan, akhirnya pada usia 5 bulan, Afizah menjalani operasi tahap pertama dan Alhamdulillah berhasil dan kondisinya semakin membaik,” tuturnya.

Saat ini, lanjutnya, di usianya yang ke 9 bulan Afizah harus menjalani kontrol secara rutin satu bulan sekaligus di Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUDAU)  dan wajib menjalani kontrol tiga 3 bulan sekali ke RS Imanuel.

“Meskipun harus menjalani kontrol secara rutin, namun administrasinya sudah tercover dalam Kartu Indonesia Sehat (KIS), hanya saja ada beberapa obat yang tidak ditanggung seperti obat syaraf namun harganya masih terjangkau,” imbuhnya. 

Untuk proses selanjutnya, kata dia, Afizah dijadwalkan akan menjalani operasi lanjutan pada usia 2 tahun, namun sebelum sampai pada tahapan itu kini keluarga sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan guna membantu meringankan biaya operasional saat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin sekaligus membantu kebutuhan sehari-hari.

Mengingat profesi sang ayah hanya sebagai buruh harian lepas atau sebagai ojek sayur membuat ekonomi keluarga itu jauh dari kata mampu. 

Sementara itu, Peratin Padangcahya Mad Dermawan, membenarkan terkait kondisi salah satu warganya tersebut. Namun ia memastikan bahwa keluarga Afizah telah terdaftar sebagai salah satu penerima program bantuan sosial dari pemerintah seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). 

“Mengenai kondisinya saat ini kami sangat mendukung apa yang dilakukan rekan-rekan dari komunitas peduli sesama, mudah-mudahan dapat menggugah hati para dermawan karena bantuan itu tentunya akan sangat membantu meringankan beban keluarganya,” tandasnya.(edi/mlo)



Pos terkait