Agus Djumadi: Pemkot Jangan Hanya Memberi Janji Manis ke Pedagang

  • Whatsapp
Anggota DPRD kota Bandarlampung komisi II Agus Djumadi menerima perwakilan pedagang pasar Smep

Medialampung.co.Id – Anggota DPRD Bandarlampung Agus Djumadi meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung untuk merangkul semua pedagang pasar SMEP. 

Menurut Agus, para pedagang sebagai penggerak ekonomi pasar SMEP sudah cukup bersabar menanti selama lebih dari 8 tahun terkait penyelesaian pembangunan pasar ini. 

Bacaan Lainnya

Jangan sampai membuat mereka kecewa lebih dalam ketika Pemkot dengan memberi janji manis kepada para pedagang, sementara tata kelola, sarana prasarana serta sistem pengelolaan pasar lainnya belum siap, di sisi lain lapak penampungan sementara mereka telah dibongkar.

“Kita menanti keseriusan pengelolaan pasar SMEP ini dengan dibukanya akses pasar agar tidak berada di dalam misalnya yaitu membongkar ruko bagian depan dan dibukanya jalan masuk pasar agar lebih lapang dan pembeli pun tidak segan untuk datang,” katanya. 

Anggota komisi II ini juga meminta Pemkot melalui dinas perdagangan bersama paguyuban pedagang beserta seluruh stakeholder pasar lainnya untuk membangun dan memajukan pasar SMEP ini khususnya untuk menjadikan pasar tradisional menjadi naik kelas yang lebih modern, bersih dan nyaman.

“Mengingat pasar SMEP akan dijadikan pasar percontohan untuk Bandarlampung sebagai tuan rumah Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Nasional 2022, maka sudah sepatutnya pengelolaan pasar dilakukan secara profesional, pendataan dilakukan secara benar dan menyeluruh, jangan sampai pedagang yang telah lama berjualan malah tidak kebagian kios,” terang dia.

Pasar SMEP yang berada di jantung kota dan strategis di antara pasar legenda besar Bandarlampung lainnya yaitu Pasar Bambukuning dan pasar gintung. Ketiga pasar ini merupakan pusat pertumbuhan ekonomi yang tidak sedikit menyumbang PAD pada masa emasnya.

“Kini harapan besarnya pemkot lebih serius membangun dan mengembangkan pasar ini agar lebih naik kelas melalui program modernisasi pasar tradisional. Kuncinya berkomunikasi dengan pedagang dan paguyuban, lengkapi sarana dan prasarana pasar, jaga kebersihan, kelola administrasinya dengan baik,” pungkasnya.(jim/mlo)

Pos terkait