Agus Istiqlal Pantau Hari Pertama KBM Tatap Muka di Pesbar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Bupati Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), Dr. Drs. Hi. Agus Istiqlal, S.H, M.H, didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Drs. Jon Edwar, M. Pd., Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Hi. Audi Marpi., Camat Pesisir Tengah Siswandi, S.Kom., meninjau pelaksanaan uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di SMPN 1 Krui, Senin (7/9).

Pada kesempatan itu, Agus Istiqlal minta siswa agar tetap semangat melaksanakan KBM tatap muka yang baru pertama dilaksanakan setelah pandemi Covid-19 terjadi di kabupaten setempat.

Bacaan Lainnya



“Para siswa harus tetap semangat, meski tidak bisa melaksanakan KBM seperti sebelum pandemi, paling tidak KBM tatap muka ini berjalan lancar dan semua warga sekolah dapat menerapkan protokol kesehatan,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Agus Istiqlal juga minta masyarakat agar tetap patuh dan dapat melaksanakan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan, terutama saat melaksanakan aktifitas diluar rumah.

“Sekarang kita sudah berada di zona hijau, kita berharap kondisi ini bisa terus bertahan, itu artinya tidak ada lagi masyarakat di Pesbar yang terpapar wabah Covid 19,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kadisdikbud Pesbar Drs. Jon Edwar, M. Pd., mengatakan KBM secara tatap muka pada masa pandemi Covid-19 itu, baru dilaksanakan untuk sekolah menengah pertama (SMP). Sedangkan untuk sekolah dasar (SD) diperkirakan dilaksanakan pada Oktober mendatang.

“Sekarang kita masih evaluasi hingga satu minggu kedepan, terutama dalam penerapan protokol kesehatan di masing-masing sekolah  SMP di kabupaten ini, karena kesiapan sekolah sangat penting,” kata dia.

Dijelaskannya, KBM secara tatap muka harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang harus diikuti seluruh guru dan siswa. Saat ini satuan pendidikan di masing-masing wilayah mulai mempersiapkan tahapan memasuki tahun ajaran baru yang akan berlangsung.

“Dalam pelaksanaan KBM pihak sekolah menerapkan mekanisme pembelanjaan yang berbeda, seperti di SMPN 1 Krui, siswa yang mengikuti KBM di setiap kelasnya dibagi dua, dimana 50 persen siswa melaksanakan KBM satu pekan penuh, pada pekan selanjutnya giliran 50 persen siswa lainnya,” jelasnya.

Pihaknya berharap, seluruh sekolah dapat melaksanakan KBM dengan maksimal, dan memperhatikan protokol kesehatan, serta tidak membiarkan siswa berkerumun usai melaksanakan KBM.

“Mudah-mudahan KBM ini berjalan lancar, dengan begitu dapat kita laksanakan secara berkelanjutan sehingga siswa dapat mengikuti KBM dengan maksimal,” tandasnya. (ygi/d1n/mlo)



Pos terkait