AIM: Mereka yang Makan Nangka, Saya yang Kena Getahnya

  • Whatsapp
Sudang online kasus OTT Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkubumi (AIM) dengan agenda pembacaan pembelaan terdakwa, Rabu (17/6) - Foto Prima Imansyah Permana/mlo

Medialampung.co.id – Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) ungkapkan penyesalan dan permohonan maaf, saat sampaikan pembelaan pada sidang beragendakan pembelaan oleh terdakwa dan penasehat hukum terdakwa yang berlangsung secara online di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjung Karang, pada Rabu (17/7).

Pada sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Efiyanto tersebut AIM menyampaikan dua lembar pembelaan. AIM mengaku menyesal atas perbuatannya.

Bacaan Lainnya



“Yang Mulia pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan rasa penyesalan saya yang sangat mendalam. Pertama penyesalan saya terhadap kekhilafan yang saya lakukan karena telah menerima dan menggunakan uang yang saya akui tidak sepatutnya saya terima dan gunakan. Uang tersebut sudah saya kembalikan kepada negara,” ungkapnya.

Selanjutnya, AIM menyampaikan penyesalannya karena telah mempercayai orang-orang yang hanya ingin memperkaya diri sendiri dan banyak merugikan negara.

“Saya menyesal, karena telah mempercayai orang-orang yang ternyata hanya memperkaya diri sendiri, dan banyak merugikan negara, bahkan ada yang sampai membangun beberapa rumah sangat mewah, ada pula yang sampai mencalonkan diri sebagai calon wali kota dan DPR RI dengan menggunakan uang yang tidak jelas asalnya dan semua itu berdalih atas perintah saya,” jelasnya.

Dirinya pun mengaku tidak pernah memberi perintah kepada orang dan baru mengetahuinya saat perkara ini.

“Padahal saya sama sekali tidak pernah memberikan perintah tersebut, bahkan saat perkara ini terjadi saya baru mengetahui betapa banyaknya uang negara yang disalahgunakan mereka, kemudian saat perkara ini terjadi semua kesalahan dilimpahkan ke saya dan pada akhirnya saya seoranglah yang harus bertanggung jawab atas kesalah dan kerugian negara ini. Mereka yang makan nangkanya, saya yang kena getahnya,” ungkapnya.

Tentunya menurut AIM, kejadian ini dijadikannya sebagai pelajaran hidup. “Ini menjadi pelajaran saya, saya berjanji di lubuk hati yang terdalam bahwa saya  tidak akan mengulangi kekhilafan yang saya lakukan ini,” terangnya.

“Yang Mulia sejak pertama kali saya ditahan saya sudah tidak lagi memiliki kebebasan berkumpul bersama istri dan anak-anak saya. Saya sangat merindukan silaturahmi bersama ketiga anak saya,” jelasnya.

Dirinya pun menjelaskan bahwa anak pertamanya saat ini tengah duduk di bangku kelas tujuh SMP, kemudian anak keduanya duduk di kelas empat SD dan satunya masih berumur empat tahun.

“Mereka semua masih sangat membutuhkan perhatian dan tanggungjawab saya selaku seorang ayah dan bapak. Oleh karena itu Yang Mulia saya mohon kepada Yang Mulia untuk dapat memberikan hukuman yang seringannya dan seadil-adilnya kepada saya, mengingat saya tulang punggung keluarga, anak-anak yang masih sangat membutuhkan perhatian seorang ayah, orang tua yang telah lanjut usia merupakan tanggung jawab saya sebagai anak laki-laki tertua dalam keluarga,” ungkapnya.

AIM pun mengungkapkan, dirinya masih ingin terus mengabdikan diri kepada negara. “Saya masih ingin mengabdikan diri saya kepada negara, dengan jujur dan penuh kesadaran, sekali lagi saya katakan saya tidak pernah menerima uang sebesar yang dituduhkan kepada saya,” ucapnya.

“Yang Mulia lebih baik membebaskan 1000 orang bersalah, daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah,” tuturnya.

Kepada Majlis hakim, AIM pun menyampai kan permohonan gaung sebesar-besarnta kepada Majlis Hakim dan anggota, JPU dan Anggota, swrra keluarga besarnya, baik orang tua, istri dan anaknya.

“Begitu pula saya mohon maaf kepada masyarakat Lampung Utara, semoga Allah SWT selalu memberikan kekuatan dan kesehatan pada kita semua,” tutupnya.(pip/mlo)



Pos terkait