Air Kepung Negara Batin

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, 2 Tiuh (Kampung *red). Yakni Kampung Srimenanti, Kampung Karta Jaya di Kecamatan Negara Batin Kabupaten Waykanan akan dikepung air saat banjir tiba.

Hal itulah yang terjadi selama 2 hari terakhir, debit air belum surut di 2 Kampung tersebut, untungnya listrik masih berfungsi sehingga masyarakat dapat memanfaatkan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Bacaan Lainnya



“Sebenarnya hampir semua Kampung di Negara Batin terdampak banjir akan tetapi yang benar terdampak adalah Kampung Srimenanti dan Kampung Karta Jaya karena memang lokasinya menghadap sungai Waykanan, namun kampung-kampung lain juga mengalami kebanjiran antara lain kas Negara Batin maupun Kampung Purwanegara, bersyukurnya hingga saat ini tidak ada korban namun untuk kerugian berupa kebun maupun sawah pertanian Fuso masih kita data yang jelas untuk sawah ratusan hektar yang dipastikan Fuso karena baru ditanam 1 bulan,” ujar Camat Negara Batin, Rozi, SH., MM.

Senada Dengan Rozi, Pipin Suhestin atlet Judo Waykanan yang rumahnya juga berada di Negara Batin menerangkan bahwa semua sawah milik orang tuanya dan keluarganya di Kampung Purwanegara Kecamatan Negara Batin dipastikan Fuso karena sudah tiga hari direndam air dan bahkan saat ini sawah sawah tersebut tidak nampak lagi sebagai lahan pertanian mainkan seperti lautan luas.

“Sawah disini.umurnya baru satu bulan direndam air 3 hari dipastikan akan membusuk, dengan kata lain kalau air surut kemungkinan nanti kalau ada bantuan bibit dari pemerintah baru petani akan menanam lagi sawahnya kalau tidak berarti gagal dan baru bisa tanam lagi musim tanam yang akan datang,” ujar Pipin Suhestin

Terpisah Kalakhar BPBD kabupaten Waykanan Bismijanadi, SE, menerangkan bahwa pihaknya telah membentuk Satgas yang bertugas khusus memantau perkembangan setiap bencana alam terutama banjir dan apabila kondisi semakin membahayakan petugas tersebut langsung menghubungi BPBD kabupaten.

“BPBD Waykanan memiliki TRC atau tim unit reaksi cepat yang setiap saat siap membantu terdampak banjir dan karena kampung-kampung yang terdapat banjir ini memang sudah menjadi langganan banjir maka secara otomatis kami telah melakukan koordinasi dengan Camat dan kepala kampung agar masyarakat yang berdomisili di bantaran sungai sungai besar Waykanan segera mencari tempat untuk menyelamatkan diri sementara saat musim hujan tiba dan kalau nanti Sungai debit yang sudah surut dan benar-benar merasa aman kami persilahkan untuk kembali ke tempat masing-masing karena memang usaha hidup mereka kebun ataupun lain-lain berada di bantaran sungai sungai besar tersebut,” tegas Bismijanadi.(wk1/mlo)



Pos terkait