Akibat Erosi, 10 Hektar Sawah Rusak

  • Whatsapp

Medialampung.co.id –Erosi terus melanda sungai (Way) Warkuk, di Pekon Buaynyerupa, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat. Tingginya curah hujan kini semakin memperburuk keadaan hingga mengakibatkan sedikitnya sekitar 10 hektar sawah rusak.

Guna memantau kondisi itu, Camat Sukau Hadi Susanto, S.Kom, M.Si, didampingi sejumlah aparatur pemerintahan pekon setempat dan para mahasiswa KKN melakukan pemantauan di sejumlah titik pada Minggu (5/1).

Bacaan Lainnya



“Kita sangat prihatin dengan kondisi ini. Pasalnya di beberapa titik areal persawahan warga rusak bahkan ada beberapa tanaman padi yang hanyut terbawa banjir, dan kami telah meminta aparat pekon segera melakukan inventarisir,” ungkap Hadi.

Dijelaskannya, Erosi sungai itu terus mengikis bibir sungai yang berbatasan langsung dengan areal persawahan warga, dan untuk menentukan langkah antisipasi agar kerusakan tidak terus meluas, pihaknya segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi terkait.

“Setelah proses inventarisir selesai, secepatnya kami laporkan ke Pemkab supaya segera ada langkah-langkah penanganan sehingga kerusakan tidak terus meluas dan mengakibatkan kerugian yang lebih besar lagi,” kata dia.

Sementara, itu Peratin Buaynyerupa Ahmad Naser mengatakan, Erosi terjadi di tiga 3 titik dengan total penjang sekitar 300 meter, kerusakan akibat Erosi itu terjadi sejak hujan deras mengguyur wilayah setempat belum lama ini.

“Dari total panjang 300 meter Erosi sungai tersebut ada sekitar 10 hektar sawah yang rusak, beberapa diantaranya tanaman padi ikut terbawa banjir. Kondisi ini sebetulnya sudah berlangsung sejak lama, karena setiap sungai meluap selalu menyebabkan kerusakan,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya berharap ada upaya dari pemerintah daerah guna mengatasi masalah Erosi yang kerap menimbulkan kekhawatiran bagi petani di wilayah setempat, karena jika tidak segera mendampat penaganan kerusakan akan semakin parah.

“Masyarakat berharap segera ada langkah dari Pemkab Lambar, karena jika di biarkan bisa habis areal persawahan yang ada di bibir sungai ini, dan kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” pungkasnya.(edi/mlo)



Pos terkait