Akibat Kemarau Panjang, Banyak Tanaman Kopi yang Mati

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tanaman kopi di sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) banyak mengering dan mati, salah satunya di Kecamatan Pagardewa. Banyaknya tanaman kopi milik petani yang mati itu merupakan dampak dari kemarau panjang yang melanda wilayah itu sejak beberapa bulan terakhir.

Akibatnya, produktifitas kopi khususnya di wilayah yang paling terdampak kemarau panjang seperti di Pekon Sidodadi Kecamatan Pagardewa diyakini akan mengalami penurunan pada musim panen raya tahun 2020 mendatang.

Bacaan Lainnya



Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lambar Ir. Agustanto Basmar mengatakan, pihaknya belum mendapatkan data yang pasti terkait dengan luasan  dan di wilayah mana yang banyak tanaman kopi mati akibat kemarau panjang.

”Sejauh ini kami baru mendapatkan informasi bahwa itu terjadi di Kecamatan Pagardewa, namun jumlah pastinya berapa belum kami dapatkan. Dan harapan kami, ada laporan yang disampaikan ke kami baik dari aparat pekon maupun pihak lainnya,” ungkap Agustanto.

Sebab, kata dia, pihaknya akan mengupayakan agar tanaman kopi yang mati tahun 2020 mendatang menjadi sasaran dalam program peremajaan tanaman kopi, dimana petani akan diberikan bibit.

”Jadi kami berharap ada laporan, sehingga Insha Allah tahun depan kita berikan bantuan berupa bibit kopi, sehingga tanaman yang mati bisa ditanami kembali. Kami juga mengimbau kepada petani untuk menanam tanaman pelindung, sehingga saat kemarau panjang tanaman kopi bisa tetap aman,” kata dia.

Sementara itu, Ilham salah seorang petani di wilayah itu mengatakan, perlu adanya program-porogram berkelanjutan dari pemerintah daerah untuk meminimalisasi banyaknya tanaman kopi yang mati akibat kemarau panjang.

”Kami berharap pemerintah daerah mencarikan solusi untuk permasalahan ini, karena jika kemarau  panjang melanda nyaris dipastikan banyak tanaman kopi milik petani yang mati,” kata dia.

Ia juga mengeluhkan harga kopi di Lambar yang menurutnya hingga kini masih jauh dari harapan dan belum sesuai dengan biaya kebutuhan masyarakat khususnya petani kopi di Lambar.

“Tahun depan sudah dipastikan gagal panen, jadi kalau pemerintah dan masyarakat kita tidak segera mencari solusi, masyarakat akan kesulitan, apalagi kalau harga kopi kita tetap seperti sekarang, mana hasil panen merosot, harga kopi juga murah, untuk itulah kenapa saya pribadi dan juga masyarakat pada umumnya sangat mengharapkan tindakan dari pemerintah daerah agar segera mencarikan solusi agar masyarakat siap menghadapi hal tersebut,” pungkasnya. (nop/mlo)



Pos terkait