Akibat Pandemi, Penilaian EPP Tanpa Seremonial

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) kembali melanjutkan penilaian Evaluasi Perkembangan Pekon (EPP), setelah diterapkannya New Normal.

Kegiatan EPP sendiri sempat ditunda lantaran pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sejak Maret lalu.

Bacaan Lainnya



Kabid Pembangunan Pekon Pathan, S.E. M.M., menyebutkan terdapat empat kecamatan yang tertunda penilaiannya lantaran covid-19, ke empat pekon tersebut perwakilan dari Kecamatan Airhitam, Gedungsurian, Suoh dan Bandarnegeri Suoh (BNS).

Dan hari pertama penilaian dilaksanakan, di Pekon Sukadamai, Kecamatan Airhitam, dan dilanjut Pekon Ciptawaras, Kecamatan Gedungsurian. Dan Rabu (17/6) akan dilanjutkan di BNS dan Suoh.

Dijelaskannya, secara umum poin penilaian pada EPP tersebut sama dengan kegiatan sebelum pandemi dengan indikator yang telah ditentukan mulai dari bidang pemerintahan, ekonomi pekon, sosial, budaya, agama, pendidikan, kesehatan, dan berbagai lainnya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

Hanya saja dalam penilaian tersebut tanpa kegiatan seremonial, seperti penyambutan, acara hiburan, bahkan jumlah peserta pun dibatasi, dengan langsung pada kegiatan inti penilaian.

“Perbedaan penilaian ini, kita laksanakan sesuai dengan protap New Normal,” tegasnya. 

Lanjutnya kegiatan penilaian EPP di dua pekon tersebut berjalan lancar dan kesiapan yang cukup baik.

“Secara administrasi kesiapan Pekon Sukadamai yang menjadi perwakilan Kecamatan Airhitam, dan Pekon Ciptawaras sebagai perwakilan Kecamatan Gedungsurian cukup baik,” sebutnya.

Pihaknya juga menyebutkan diupayakan hasil atau pekon terbaik pada EPP Tahun Anggaran (TA) 2020 ini akan ditentukan pekan depan, melalui rapat dengan seluruh tim penilai, guna mengkalkulasi nilai secara menyeluruh dari 15 pekon peserta utusan dari 15 kecamatan. 

Hanya saja, kata dia meskipun EPP tingkat Kabupaten Lambar dilaksanakan, untuk tahun ini khususnya kegiatan EPP tingkat Provinsi Lampung ditiadakan, tentunya hal itu juga merupakan dampak dari pandemi virus corona. (rin/mlo)



Pos terkait