Akseptor KB di Lambar Ditarget 17.000, Kuota KB Pria Juga Disiapkan

  • Whatsapp
Kabid KB Heli Puspitawati

Medialampung.co.id – Tahun anggaran 2020 ini, Pemkab Lampung Barat melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menargetkan jumlah akseptor KB (masyarakat yang mengikuti gerakan KB dengan melaksanakan penggunaan alat kontrasepsi) sebanyak 17.000 orang, target tersebut sesuai dengan  target yang diberikan Pemerintah Provinsi Lampung kepada pemkab setempat.

Kabid KB Heli Puspitawati, SE., mendampingi Plt. Kepala DP2KBP3A Lambar Muhammad Henry Faisal, SH, M.H., mengatakan, berbagai program akan dilaksanakan oleh pihaknya untuk tercapainya target yang ditetapkan, salah satunya yakni pelayanan KB gratis yang memang menjadi program rutin dari tahun ketahun.

Bacaan Lainnya



”Untuk jenis-jenis alat kontrasepsi  dalma pelayanan KB gratis  yakni berupa KB IUD (Intrauterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) biasa juga disebut spiral,  kemudian KB implan atau alat kontrasepsi jangka panjang yang bisa digunakan oleh wanita yang juga biasa disebut sebagai KB susuk, kemudian KB suntik, KB pil dan kondom,” ungkap Heli di ruang kerjanya Senin (3/2).

Selain KB untuk wanita,   kata dia,  pihaknya juga akan memberikan pelayanan KB kepada pria, berupa pemberian kondom dan Vasektomi  yang merupakan operasi kecil (bedah minor) yang dilakukan untuk mencegah transportasi sperma pada testis dan penis, Vasektomi juga merupakan prosedur yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen.

Lanjut Heli, pada tahun 2019 lalu capaian akseptor KB di Lambar sebanyak 15.000 ribu orang, kemudian  untuk akseptor baru sekitar 3000-4000 orang, dengan  capaian tersebut maka tahun 2020 ini  Lambar diberikan target oleh provinsi sebanyak 17.000 orang.

”Target yang diberikan oleh provinsi tersebut cukup tinggi, dan tentunya  kami akan berupaya  maksimal agar target yang diberikan tersebut bisa tercapai,”  kata  dia.

Untuk program-program yang akan dilaksanakan,  jelas dia, yakni akan mengikuti agenda dari Bupati untuk memberikan pelayanan KB gratis dengan minimal 100 dalam satu kali pelayanan dilaksanakan, selanjutnya pengoptimalan fungsi dari Balai Penyuluh KB di tingkat kecamatan dan terus bekerjasama dengan Puskesmas maupun Pustu-Pustu di tingkat pekon.

”Kami juga akan bekerjasama dengan  sejumlah pihak untuk bisa bersama-sama memberikan pelayanan KB gratis kepada masyarakat, contohnya seperti tahun lalu bersamaan dengan pelaksanaan TMMD, maupun acara-acara lainnnya, yang memungkinkan petugas kami bisa turut memberikan pelayanan berupa KB gratis,” bebernya.(nop/mlo)



Pos terkait