Aksi Premanisme, Seorang Pria Rusak Rumah dan Aniaya Warga

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Aksi pengrusakan rumah serta pemukulan warga terjadi di Jalan Flamboyan Kelurahan Enggal Kecamatan Enggal Sabtu malam (5/6) oleh pelaku Des Alpian alias Gopal.

Burman, pemilik rumah yang juga merupakan Ketua Forum Pemuda Enggal Dalam mengaku bahwa peristiwa tersebut dipicu karena ada selisih paham antara dirinya dan pelaku.

Bacaan Lainnya


“Lima hari yang lalu sempat terjadi selisih paham, dan karena itu dia kurang puas malam Minggu kemarin dia merusak rumah saya, sebelumnya dia sempat mengancam saya lewat WA dan mengajak saya berkelahi,” ucapnya 

Saat dirinya sedang tidur, lanjut Burman, sekira pukul 22.00 WIB, pelaku datang dan memecahkan kaca jendela rumahnya.

“Sepertinya dia menggunakan senjata tajam seperti golok karena ada bekas bacokan di kayu,” bebernya.

Menurut Burman, setelah melakukan pengrusakan pelaku mondar-mandir di area kampung, dan bertemu dengan kakak ipar korban. 

“Saat bertemu dengan kakak ipar saya, pelaku ini berbicara seperti ini ‘tuh rumah adik lu dah gua ancur-ancurin’, dan akhirnya sempat ditengahi oleh para tetua kampung,” kata dia 

Tak lama setelah itu, salah satu pemuda Enggal atas nama Adis yang menegur pelaku dan menanyakan mengapa dirinya membawa senjata tajam (golok).

“Tak terima dengan teguran Adis, pelaku langsung menghajar Adis menggunakan bagian tumpul dari golok yang ia bawa, akibatnya Adis mengalami luka memar di kepala, dan punggung serta luka di tangan kanan. Saat ini Adis sedang di rawat di rumah sakit dan melakukan visum,” ungkapnya.

Burman menyampaikan, bahwa pihaknya sudah melaporkan hal itu ke Polresta Bandarlampung untuk kasus pengrusakan rumah dan penganiayaan terhadap korban atas nama Adis.

“Kita sudah melapor, dan sempat olah TKP. Namun, kami dengar kabarnya jika si pelaku pengrusakan ini dibebaskan karena ada yang menjamin. Tapi kalau dari pihak kepolisian informasinya laporannya belum lengkap seperti adanya saksi dan hasil visum. Makanya, nanti kita lengkapi dan akan menyerahkan hasil visum,” jelasnya

Menurut Burman, aksi premanisme ini sudah terjadi berapa kali dan bahkan sebelumnya pelaku pernah menyebabkan perang antar kampung.

“Cerita Burman kalau Alvian atau Gopal itu sudah pernah buat surat perjanjian diatas materai yang disaksikan oleh Babinsa, Babinkamtibmas, Kaling, dan saya sebagai ketua forum. Dalam perjanjian itu berisi apabila dia (Alvian as Gopal) melakukan kerusuhan lagi dirinya siap untuk diproses secara hukum. Saat ini surat perjanjiannya dipegang oleh Babinsa setempat,” ujarnya .

“Tapi ini dia (pelaku) kembali berbuat onar di kampung kita. Kita tidak ada lagi toleransi untuk kali kedua dia berbuat rusuh yang mengakibatkan adanya korban dan pengrusakan, kita berharap pelaku di mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya,” timpalnya 

Sementara itu Korban pemukulan M. Adis Kurniawan (22) mengatakan, dia tidak tau ada keributan di jalan Flamboyan. Saat berpapasan korban menyapa pelaku, namun karena tidak terima mendapat sapaan, pelaku malah emosi dan menganiaya dirinya hingga kepala bagian samping kiri, jari tangan kanan serta punggung mengalami memar serius.

“Tidak akan ada kata perdamaian dengan pelaku, saya ingin ini diteruskan ke ranah hukum karena ini sudah kali kedua pelaku berbuat seperti ini,” tandasnya.(*/mlo)




Pos terkait