Alat Berat Diturunkan, Bersihkan Sisa Material Longsor di Jalur Liwa-Krui 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dua unit alat berat jenis excavator telah beroperasi membersihkan sisa material longsor di kilometer II Pekon Kubuperahu, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat, Senin (29/3). 

Alat berat itu dikerahkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung Satker PJNW II Provinsi Lampung PPK 2.3 Batas Provinsi Bengkulu -Simpang Gunungkemala  Padangtambak.

Bacaan Lainnya


Disela peninjauan ke lokasi, Kasat Lantas AKP Bambang Dwi Setyawan, S.H, mendampingi Wakapolres Kompol Dwi Santosa, S.H, mewakili Kapolres AKPB Rachmat Tri Haryadi, S.H., M.H., mengatakan, saat ini arus lalulintas dari dua arah telah kembali lancar. Pihak BPJN melakukan pembersihan material longsor untuk memperlancar laju air.  

“Arus lalulintas dari dua arah sudah berjalan lancar, namun kami mengimbau pengendara agar tetap berhati-hati karena jalan masih dalam proses perbaikan pasca longsor,” terangnya.

Disamping itu, terkait kondisi cuaca saat ini, pihaknya juga mengimbau pengguna jalan di jalur Liwa-Krui agar tetap waspada. Sebab,  jalur tersebut merupakan akses penghubung antar kabupaten sehingga volume kendaraan cukup padat.  

“Gangguan sekecil apapun di jalur ini akan berpotensi membuat arus lalu lintas lumpuh, untuk itu mengingat jalur ini rawan terjadi bencana longsor dan pohon tumbang maka pengendara harus tetap waspada terutama ketika hujan turun,” pesannya. 

Seperti diketahui, bencana longsor tersebut terjadi pada Minggu (28/3) sekira pukul 16.00 WIB.  Proses evakuasi material longsor tampak dramatis, karena tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, Organisasi Masyarakat Laskar Merah Putih (LMP), Tagana serta masyarakat hanya mengandalkan peralatan seadanya.

Setelah sekitar dua jam tertimbun material longsor, jalur penghubung antar kabupaten itu akhirnya dapat dilalui sekitar pukul 18.00 WIB. Sehingga kemacetan kendaraan sepanjang sekitar tiga kilometer (KM) tersebut dapat terurai.(edi/mlo)




Pos terkait