Alat Pancing Curian Dijual lewat Medsos, Ketahuan Polisi Deh

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tindakan bodoh dilakukan Anwar (46), warga Kampung Fajarmataram, Kecamatan Seputihmataram, Lampung Tengah. Bagaimana tidak, dirinya menjajakan barang curian lewat media sosial hingga diketahui pihak kepolisian yang sedang melakukan penyelidikan terkait laporan pencurian.

Kapolsek Seputihmataram Iptu Yudi Kurniawan menyatakan pihaknya menerima laporan pembobolan toko dengan korban Ahmad Z (34), warga Kampung Bumisetia, Kecamatan Seputihmataram. 

Bacaan Lainnya

“Toko milik korban yang bernama Anung Pancing telah disatroni pencuri, Selasa (9/11) sekitar pukul 22.15 WIB. Korban kehilangan uang Rp500.000, joran pancing 36 unit dan reel pancing berbagai merk 40 unit. Total kerugian sekitar Rp22.500.000,” katanya.

Pencurian diketahui korban, kata Yudi, setelah karyawannya menelepon, Rabu (10/11) sekitar pukul 07.00 WIB. “Karyawan korban kaget melihat toko berantakan hingga menelepon korban. Terali pintu belakang yang tergembok terbuka dan kunci gemboknya hilang. Pintu belakang toko juga dirusak dengan cara dicongkel engselnya,” ujarnya.

Setelah menerima laporan, kata Yudi, pihaknya melakukan olah TKP dan penyelidikan. “Kita lakukan patroli cyber. Di medsos ada yang menjual barang yang mirip barang toko yang telah dibobol pencuri. Setelah dipastikan benar, kita langsung menangkap tersangka Anwar di rumahnya, Kamis (12/11) sekitar pukul 02.00 WIB. Hasil penggeledahan ditemukan barang bukti 1 reel merk DS300, 1 reel merk Fugu, 1 reel merk Slamet, 1 reel merk Valiant, 3 stik pancing merk Osianik, 1 joran merk King Cobra, 1 joran merk Osaka, dan 1 joran merk Grand Prista,” ungkapnya.

Setelah diinterogasi, kata Yudi, tersangka Anwar mengaku barang curian didapat dari adik iparnya (DPO). “Pengakuannya barang curian didapat dari adik iparnya. Ketika akan kita tangkap, adik iparnya sudah kabur duluan,” katanya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Yudi, tersangka Anwar dijerat dengan Pasal 480 KUHP. “Tersangka terancam hukuman 4 tahun penjara. Tersangka utamanya masih kita kejar. Minta doanya agar segera tertangkap,” tegasnya. (sya/mlo)

Pos terkait