Aleg Pesbar Menduga Ada “Mark Up” Soal Ruas Jalan Menuju RS

  • Whatsapp

Medialampung.co.id, PESISIR TENGAH – Anggota Legislatif (Aleg) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), April Liswar, menyoroti kondisi ruas jalan Kabupaten menuju Rumah Sakit (RS) KH. M. Tohir, di Kecamatan Krui Selatan, yang kini mengalami kerusakan cukup parah di beberapa titik ruas jalan itu.

Menurut April, ruas jalan menuju rumah sakit yang dibangun melalui APBD Kabupaten Pesbar tahun anggaran 2018 dengan anggaran sekitar Rp 7 Milyar lebih, itu sebelumnya sudah ada kerusakan di beberapa titik, tapi belum terlihat parah, bahkan kerusakan ruas jalan itu pernah di sampaikan beberapa kali melalui rapat paripurna DPRD Pesbar.

Bacaan Lainnya



“Bahkan pada rapat paripurna pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2018 pun kembali disampaikan melalui pandangan umum fraksi,” katanya, Kamis (27/6).

Ditambahkannya, dalam pandangan umum fraksi, pihaknya juga kurang puas jawaban pemerintah terkait dengan poin ruas jalan menuju Rumah Sakit yang sudah rusak itu.

“Kita menduga dalam pelaksanaan pengerjaan pembangunan infrastruktur jalan itu terjadi mark up,” jelas anggota komisi II DPRD Pesbar tersebut.

Dikatakannya, dirinya berharap bila perlu mengenai ruas jalan yang telah rusak itu agar diusut tuntas oleh Aparat Penegak Hukum (APH), mengingat indikasi adanya penyimpangan cukup terlihat. Selain itu, dipertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2018 yang kini tengah di bahas di tingkat komisi, salah satu poin yang akan ditolak yakni mengenai jalan itu.

“Persoalan itu sudah menjadi pembahasan di Komisi II DPRD Pesbar, karena itu bisa saja salah satu poin yang akan ditolak dalam Laporan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2018 itu terkait persoalan ruas jalan menuju rumah sakit,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, koordinator pengawas lapangan dari PT. Mulya Putra Pertama selaku rekanan yang mengerjakan pembangunan jalan itu, Eko Wijaya, mengatakan pembangunan jalan menuju rumah sakit dengan panjang sekitar empat kilometer lebih pada Agustus 2018 lalu.

“Sekitar November 2018 pengerjaannya sudah selesai dan saat ini kita juga masih dalam tahap perawatan jalan seperti yang dilaksanakan sekarang yakni tambal sulam/pacing,” katanya.

Masih kata dia, pihaknya juga tidak mengetahui pasti terkait dengan jumlah anggaran pengerjaan jalan itu, karena dirinya hanya sebagai koordinator pengawas lapangan.

Sementara itu, mengenai banyaknya kerusakan badan jalan itu karena sebelumnya badan jalan dengan kapasitas 12 ton ini dilalui kendaraan muatan kayu dengan kapasitas mencapai 30 ton lebih, sehingga wajar kalau badan jalan cepat mengelupas, dan aspal jalan juga rusak.

Eko kembali berkilah jika dalam pengerjaan badan jalan itu telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan petunjuk teknis/pelaksana yang ada. Seperti dalam pondasi awal badan jalan (bagian dasar) di dalam RAB itu tidak ada untuk batu 57 dan hanya menggunakan base A dan base B, karena lapisan aspal jalan itu masih tahap awal.

“Semuanya sudah sesuai dengan RAB, kondisi tambal sulam dijalan ini memang terlihat cukup parah, itu karena dampak dari ada kendaraan muatan beban berat melintas di jalan ini,” kilahnya.(yan/mlo)



Pos terkait