Amin Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Amin (35) warga Pemangku Bangun Jaya, Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat harus bertahan hidup dalam sebuah gubuk reot di wilayah setempat

Ironisnya, hingga kini warga yang sehari-hari bekerja serabutan itu tidak pernah mendampat program bantuan apapun baik Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH). Padahal, kondisi ekonominya jauh dari kata cukup.

Bacaan Lainnya



“Mungkin karena mereka melihat saya masih tergolong muda, tapi tidak tahu kondisi saya yang hanya bekerja serabutan, untuk makan saja bisa di katakan kurang,”terang  amin.

Meski dalam kondisi itu, ia  mengaku tidak pernah tersentuh program pemerintah baik tingkat kabupaten maupun pemerintah pusat. Jatah beras miskin yang diterima masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan pun belum pernah ia terima,

“Anak saya tiga, satu diantaranya sudah mulai masuk sekolah dasar, kalau orang-orang ada program kartu Indonesia pintar, tapi sampai saat ini belum pernah kami terima,” akunya.

Sementara, pantauan di lokasi tampak Kondisi rumah yang di tinggali keluarga tersebut hanya berdindingkan kayu lapis. Kondisinya pun makin memprihatinkan, karena di dalamnya hanya terdapat tungku memasak dan dua kamar untuk tidur dengan tanah sebagai lantai.

Sementara, Peratin Hanakau Rosidah membenarkan terkait adanya warga yang kondisinya berada di bawah garis kemiskinan tersebut, bahkan kondisi itu tidak hanya di rasakan oleh Amin akan tetapi banyak di rasakan oleh sejumlah warga lainnya.

“Kondisi seperti itu kami rasa tidak hanya di alami oleh pak Amin, akan tetapi mungkin bisa di katakan banyak, dan selama ini bukan tidak kami perhatikan, karena hampir setiap tahun kami minta setiap pemangku mendata warga yang kurang mampu untuk di usulkan, tapi hingga kini belum ada realisasinya,” akunya.

Untuk itu, pihaknya merasa kebingungan atas kondisi itu, sehinga kedepan pihaknya berharap upaya verifikasi dan validasi data yang dilakukan dinas sosial tahun ini dapat mengatasi persoalan tersebut, sehingga warga yang berada di bawah garis kemiskinan mendampat perhatian dari pemerintah.

 “Memang banyak masyarakat yang mempertanyakan kepada kami (pemerintah pekon) terkait banyaknya warga yang tidak tersentuh bantuan pemerintah, namun kami tidak dapat berbuat banyak, karena kami hanya sebatas mengusulkan saja,”imbuhnya.(edi/mlo)



Pos terkait