Anggaran Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tidak ada Kendala

  • Whatsapp
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ir. Okmal, M.Si.

Medialampung.co.id – Pemkab Lampung Barat  siap menyukseskan vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang dijadwalkan tahap pertama akan digelar di awal tahun ini. Untuk masalah anggaran dalam menyukseskan program tersebut tidak ada kendala.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lambar Ir. Okmal, M.Si., mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pembahasan awal terkait dengan  persiapan vaksinasi Covid-19 tersebut, dan tentunya pembahasan akan dilakukan lebih lanjut bersama dengan pihak-pihak terkait.

Bacaan Lainnya


”Sekarang kan belum ada data yang kami terima berapa jumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang akan di vaksin tahap pertama ini. Kemudian data terkait ada saja yang dibutuhkan, apakah terkait dengan insentif petugas vaksinasi atau sarana dan prasarana pendukung lainnya maupun sosialisasinya seperti apa, itu belum kami terima dari Dinas Kesehatan,” ungkap Okmal.

Hanya saja, kata Okmal, meskipun anggaran untuk mendukung vaksinasi tidak dianggarkan secara khusus pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lambar tahun anggaran 2021 ini, namun menurutnya itu tidak menjadi soal, sebab nantinya bisa menggunakan dana tak terduga yang memang telah disiapkan.

”Tetapi kan kita lihat dulu kebutuhannya seperti apa, apakah sarana dan prasarana sudah ada di puskesmas atau belum seperti cold chain (rantai dingin) untuk penyimpanan vaksin Covid-19 yang menjadi salah satu yang sangat penting dalam program vaksinasi itu semua akan kami bahas lebih lanjut, hanya saja yang jelas untuk  anggarannya siap, dan saya  rasa tidak akan menelan anggaran yang terlalu besar,” bebernya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lambar Paijo, SKM, M.Kes., didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Dinkes Setempat Ira Permata Sari, S.Farm.Apt., mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pendataan kesiapan cold chain vaksin Covid-19 yang ada di seluruh Puskesmas yang ada di kabupaten setempat.

Pendataan ini sebagai bentuk persiapan dalam menghadapi vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan dengan tahap pertama yang akan mendapatkan vaksin dari kalangan Nakes secara umum. Cold chain terdiri atas lemari es dan freezer untuk menyimpan vaksin, dan termos (vaksin carrier) untuk membawa vaksin ke tempat pelayanan imunisasi, terutama untuk kegiatan di luar gedung/lapangan.

”Penyimpanan vaksin membutuhkan suatu perhatian khusus karena vaksin merupakan sediaan biologis yang rentan terhadap perubahan temperatur lingkungan sehingga harus disimpan pada suhu tertentu, karenanya kami lakukan pendataan di seluruh puskesmas sekaligus memastikan kesiapan,” kata dia.

Selain itu, kata Paijo, pihaknya juga  telah berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Lampung terkait dengan pelaksanaan Vaksinasi, dan  itu akan dilakukan setelah diadakannya pertemuan yang kemungkinan diikuti seluruh daerah  yang akan digelar oleh Dinkes Provinsi Lampung.

”Sejauh ini info yang kami terima untuk vaksinasi tahap pertama itu Nakes secara umum, tetapi kami sudah mendata warga yang berusia 18-59 tahun secara keseluruhan, dan  untuk alokasi vaksin prioritas Nakes belum kami dapat. Kemungkinan pas pertemuan itu nanti, karena bentuk vaksin-nya apakah single dose atau multiple dose kami juga belum terima info-nya,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebanyak 40.520 vaksin Covid-19, Sinovac dari PT Biofarma telah tiba di Lampung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Ribuan vaksin tahap pertama ini tiba di UPTD Instalasi Farmasi dan Kalibrasi Alkes Dinkes Lampung, Bandarlampung pada Senin (4/1) sekitar pukul 1.30 WIB dini hari. (nop/mlo)




Pos terkait