Anggaran Penanganan Covid-19 dan Bencana Lamteng Direncanakan Rp30 M

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dengan penurunan pendapatan dan transfer daerah dibanding TA 2020, Pemkab Lampung Tengah berupaya melaksanakan kegiatan pembangunan sesuai dengan visi-misi kepala daerah, baik bidang infrastruktur, keamanan, pertanian, dan lain-lain, dengan melakukan skala prioritas.

Karena itu, belanja daerah TA 2021 direncanakan Rp2,631 triliun lebih atau mengalami penurunan -5,80 % dibanding belanja daerah dalam APBD 2020 sebesar Rp 2,795 triliun lebih. Belanja daerah ini dipergunakan untuk belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.

Bacaan Lainnya


Pjs. Bupati Lamteng Adi Erlansyah menyatakan alokasi anggaran belanja operasi direncanakan Rp1,885 triliun lebih. “Rinciannya belanja pegawai Rp1,207 triliun lebih; belanja barang dan jasa Rp416,85 miliar lebih; belanja hibah Rp261,73 miliar lebih. Belanja hibah yang akan disalurkan dalam bentuk uang dan barang serta hibah BOP PAUD dan kesetaraan yang berasal dan DAK nonfisik dan hibah bantuan keuangan parpol,” katanya.

Kemudian alokasi belanja modal, kata Adi, direncanakan Rp251,42 miliar lebih. “Ini diperuntukkan pada belanja modal tanah; belanja modal peralatan dan mesin; belanja gedung dan bangunan; belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi; serta belanja modal aset tetap lainnya,” ujarnya. 

Adi melanjutkan, lokasi belanja tidak terduga direncanakan Rp30 miliar. “Ini akan dipergunakan dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 dan penanggulangan bencana daerah,” ungkapnya.

Belanja transfer, kata Adi, belanja bagi hasil kepada pemerintah desa Rp9,73 miliar lebih. “Bantuan keuangan kepada pemerintah desa Rp456,34  miliar lebih diperuntukkan bagi alokasi dana desa yang bersumber dari APBD dan APBN,” tegasnya.

Terakhir  pembiayaan daerah, kata Adi, penerimaan pembiayaan daerah diperkirakan Rp70 miliar yang berasal dari perkiraan sisa lebih TA 2020. Sedangkan pengeluaran pembiayaan tidak ada.

“Demikian struktur RAPBD 2021 berimbang pada posisi anggaran belanja Rp2,631 triliun lebih. Disusun dengan prediksi penerimaan daerah yang realistis. Dialokasikan pada bidang prioritas yang dapat menunjang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat. Diprioritaskan untuk pelayanan pada bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan penunjang pembangunan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat lainnya. Dengan tetap memperhatikan dan mengalokasikan anggaran untuk bidang urusan lainnya, yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban pemerintah daerah,” ungkapnya.

Ketua DPRD Lamteng Sumarsono menyatakan pembahasan akan segera dilaksanakan.

“Kita secepatnya melaksanakan pembahasan. Sebelum akhir November 2020, mudah-mudahan selesai,” katanya. (sya)



Pos terkait