Anggaran Rp124,8 Miliar Disiapkan untuk Penanggulangan Kemiskinan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Lambar menjadi salah satu fokus pemerintah daerah serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), seperti halnya tahun ini dalam rangka penanggulangan kemiskinan tersebut telah dianggarkan dana sebesar Rp124,8 miliar lebih. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ir. Okmal, M.Si pada saat rapat koordinasi tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah (TKPKD) di Aula Pakuwon Bappeda, Kamis (26/12)

Dijelaskan Okmal, dana sebesar Rp124,8 miliar lebih itu rinciannya bersumber dari APBD Lambar sebesar Rp38 miliar lebih, APBD Provinsi Lampung Rp2 miliar lebih, APBN sebesar Rp80 miliar lebih, dana desa melalui BUMPekon Rp2 miliar lebih, serta BAZNAS sebesar Rp1,9 miliar lebih.

Bacaan Lainnya



Kata dia, ada empat strategi dan kebijakan dalam rangka penanggulangan kemiskinan yaitu strategis pertama mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin. Untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin tersebut ada sejumlah kegiatan tahun 2019 yang telah dilaksanakan, antara lain Program Indonesia Pintar, bantuan seragam sekolah gratis (Disdikbud), beasisisa untuk siswa miskin (Baznas), bantuan konsumtif untuk fakir miskin (Baznas), serta jampersal dan jaminan kesehatan penduduk miskin di luar kota (Dinas Kesehatan).

Kemudian, perawatan dan pengobatan pasien tanggungan negara dan peningkatan kesehatan masyarakat (Jamkesmas)/JKN (RSUD Alimuddin Umar), JKN PBI Provinsi (Dinas Sosial), Pamsimas (DPUPR), pemasangan sambungan sarana air bersih untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 599 sambungan rumah (SR) (APBD Hibah) melalui PDAM Limau Kunci. Lalu kegiatan rastra/BPNT, PKH, peningkatan pelayananan bagi penyandang cacat dan ODKB, dan pendampingan operasi katarak  (Dinas Sosial). Selain itu, bantuan stimulan rumah swadaya bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) (DPUPR).

Lanjut Okmal, untuk strategi kedua yakni meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, antara lain melalui kegiatan intensifikasi tanaman kopi dan integitas ternak kambing dengan tanaman perkebunan (Disbunnak), pengembangan lumbung pangan masyarakat (Dinas Ketahanan  Pangan), bantuan KUBE bagi keluarga miskin dan bimbingan serta stimulant KUBE penyandang cacata (PACA) (Dinsos), lalu kegiatan pelatihan yang menjadi warga binaan (P3KSS) melalui Dinas Pengendalian Penduudk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta melalui Dinas Penanaman Modal PTSP dan Tenaga Kerja ada kegiatan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja dan pelatihan sablon.

Untuk strategi ketiga,  yakni mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha, melalui kegiatan diantaranya pembinaan pengembangan BUMPekon (Dinas PMP), penyediaan pembiayaan melalui perbankan dan sumber lain serta pembinaan IKM  (Dinas Koprindag) serta pinjaman usaha produktif bagi masyarakat miskin (Baznas). Selanjutnya terakhir strategi keempat mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan dengan kegiatan koordinasi penanggulangan kemiskinan tingkat kabupaten melalui Bappeda dan melalui Dinas Sosial ada kegiatan verifikasi dan validasi fakir miskin.

“Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita perbulan di bawah garis kemiskinan, yang diperoleh dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) setiap tahun. Untuk tahun ini target penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Lambar dalam RPJMD sebesar 13,75 %, tahun 2020 targetnya 13,00 %, tahun 2021 sebesar 12,50 % sedangkan ditahun 2020 untuk penurunan angka kemiskinan sebesar 12,00 %,” pungkas Okmal. (lus/mlo)



Pos terkait