Anjungan Lambar di Bandarlampung Memprihatinkan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kondisi Anjungan milik Pemkab Lampung Barat di komplek Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim Bandarlampung sangat kontras dengan anjungan milik kabupaten/kota lainnya. 

Bahkan layak disebut sebagai anjungan paling buruk, dan menyita perhatian yakni masalah desain bangunan yang tidak menunjukkan khas daerah, tertinggal dari anjungan milik daerah lain yang berdiri megah di sekelilingnya. 

Bacaan Lainnya

Pantauan wartawan koran ini, Sabtu (30/10) selain tampak kusam bangunan anjungan mulai mengalami kerusakan, seperti pada pagar dan Plafon bangunan, selain itu bangunan tersebut tampak tidak terawat selayaknya anjungan milik daerah lainnya.

Padahal lokasi bangunan anjungan milik Pemkab Lambar tersebut berada di titik strategis berada di persimpangan jalan, dan juga berdekatan dengan arena-arena olahraga.

Dewan Penasehat PWI Lambar Ismail M. Baki, SE., yang juga sempat meninjau kondisi mengaku miris dengan kondisi anjungan milik Lambar tersebut. Ia berharap ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sehingga tidak menjadi bahan olokan dari pengunjung. 

“Sebenarnya keberadaan dari Anjungan ini bisa menjadi wadah untuk menghimpun pemuda maupun mahasiswa Lambar yang tengah menempuh pendidikan di Bandarlampung dalam rangka membantu pemerintah daerah dalam mempromosikan pariwisata, produk UKM maupun menjadi wadah mereka untuk meningkatkan kreativitas contohnya di bidang seni budaya,” ujar Ismail. 

Sistem yang telah berjalan selama ini dalam pengelolaan anjungan tersebut perlu diubah, sehingga azas manfaat akan lebih terlihat. Tidak seperti selama ini yang hanya ada orangnya saat ada kegiatan pemda saja. 

“Kemudian yang tidak lahan pentingnya adalah soal kondisi bangunan yang perlu dilakukan perbaikan, bahkan untuk desain bangunan sangat tertinggal dari daerah lain, sehingga ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, ” ujarnya. 

Sebelumnya, Kepala Disporapar Tri Umaryani mengakui bahwa kondisi bangunan Anjungan Lampung Barat yang ada di PKOR Wayhalim Bandarlampung tidak representatif, sementara anjungan milik kabupaten lain sudah modern dan memiliki ciri khas budaya daerah masing-masing. 

“Kondisi bangunan kita tidak representatif dibanding bangunan milik kabupaten lain. Karena keterbatasan anggaran sehingga kurang perawatan dan untuk tahun 2022 mendatang akan kita usulkan untuk dilakukan renovasi bangunan,” kata Tri.

Terkait promosi wisata, kata Tri Umaryani, promosi itu penting dan tetap dilakukan oleh pihaknya namun dalam kurun dua tahun ini karena adanya pandemic Covid-19 maka promosi yang sifatnya offline (tatap muka) hampir tidak dilakukan, salah satu contohnya Liwa Fair serta pameran pameran itu di tidak diadakan, akan tetapi promosi wisata kita lakukan melalui digital seperti media sosial, media massa dan lainnya. 

“Kita gencar melakukan promosi wisata melalui digital, kalau promosi yang sifatnya offline hampir tidak kita lakukan selama dua tahun ini karena pandemic Covid-19,” pungkas Tri. (nop/mlo)

Pos terkait