Ansari: Pengelolaan Limbah B3 Sangat Penting Dalam Menjaga Keseimbangan Lingkungan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemkab Lampung Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, menggelar sosialisasi perizinan penyimpanan sementara limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3), dengan peserta Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas jajaran, yang dipusatkan di Aula Kagungan Sekretariat Pemkab Lambar, Selasa (12/10). 

Kepala DLH Lambar Ir. Hi. Ansari, dalam sambutannya sekaligus membuka acara sosialisasi tersebut mengatakan, sosialisasi perizinan penyimpanan sementara limbah B3 ini dapat dijadikan parameter bagi aparat dan seluruh penghasil Limbah B3 di kabupaten setempat untuk selalu peduli dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik lagi di masa mendatang.

”Saya berharap hal tersebut dapat menjadi pemicu bagi kita semua untuk lebih meningkatkan pembangunan di sektor-sektor lainnya, sehingga Lampung Barat dapat menorehkan prestasi yang tertinggi,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, rangkaian sosialisasi perizinan penyimpanan sementara Limbah B3 dan sampah sejenis rumah tangga, hendaknya juga mampu memotivasi dan meningkatkan kesadaran seluruh penghasil sampah dan Limbah B3 di lapisan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan di lingkungan masing-masing. Salah satunya dengan cara mengelola sampah mulai dari diri sendiri di Rumah Tangga.

”Sosialisasi Perizinan Penyimpanan Sementara Limbah B3 ini bukanlah hal seremonial saja kita laksanakan ini bukanlah merupakan tujuan akhir kita bersama dalam mengelola sampah dan Limbah B3 menjadi nilai tambah sehingga dapat berdampak terhadap nilai ekonomi dan budaya pada tahun ini merupakan bukti niat tulus kita dalam melaksanakan tugas menciptakan pengelolaan sampah sehingga tidak mencemari dan merusak lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Ansari, sosialisasi Perizinan Penyimpanan Sementara Limbah B3 ini merupakan salah satu akses dari komitmen kita dalam membentuk sistem sosial dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Pengelolaan sampah dan Limbah B3 menjadi nilai tambah karena para Penghasil Limbah B3 di masyarakat mulai mempunyai kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap pengelolaan sampah dan Limbah B3 sehingga menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih dan tertib administrasi perizinan.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah dan Limbah B3 sehingga sampah dan Limbah B3 dapat ditangani dan dikurangi mulai dari timbunan sampah dan Limbah B3 di rumah tangga industri dan penghasil limbah lainnya,” kata dia.

Oleh karena itu, sambung Ansari, sudah menjadi kewajiban kita untuk dapat mempertahankan serta meningkatkan partisipasi semua lapisan masyarakat dengan pengelolaan sampah dan Limbah B3 sehingga dapat bernilai ekonomis dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak berarti perjuangan kita selesai, namun kita semua tetap wajib menangani dan mengurangi sampah sesuai dengan Perpres No.17/2018.

”Kami juga mengajak semua pihak untuk terlibat dan melaksanakan tugas dengan mendedikasikan tenaga, waktu, dan pikiran dalam upaya mengelola sampah dan Limbah B3 untuk hidup bersih sehat dan bernilai sehingga mewujudkan Lampung Barat yang Berbudaya, Bersih dan sehat serta tertib administrasi perizinan limbah B3,” tutupnya. (nop/mlo)


Pos terkait