Antisipasi Penyebaran Covid-19 Usai Lebaran, Fauzi: Jangan Kendor, Tetap Semangat

  • Whatsapp
Foto dok protokol - Saat kunjungan ke Pos Pengamanan Idul Fitri Operasi Ketupat Krakatau 2021 Wabup H. Fauzi menyerahkan bingkisan kepada petugas

Medialampung.co.id – Masyarakat Kabupaten Pringsewu diimbau untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 usai lebaran.

Apalagi telah ada Instruksi Gubernur Lampung No.1/2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya

Sebagai tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri No.9/2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro dan mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19.

“Pemerintah Kabupaten Pringsewu telah mengeluarkan Instruksi Bupati Pringsewu No.02/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro. Serta  Pengoptimalan Posko Penanganan Covid-19 di Kabupaten untuk Pengendalian penyebaran Covid-19,” kata Wabup Pringsewu H. Fauzi. 

“Jangan kendor,  usai lebaran terus semangat,” pesan Fauzi.

Selain itu, seandainya ada masyarakat yang terpapar Covid-19 maka disarankan secepatnya melaporkan ke puskesmas atau posko covid setempat. Hal ini untuk di ambil tindakan segera.

“Ingat semakin cepat terdeteksi dan semakin cepat di ambil tindakan maka insya allah bisa tertangani dengan baik tanpa menjadi korban,” pesannya.

Ajakan senada di katakan bupati Pringsewu H Sujadi, di mana di tengah pandemi Corona yang belum berakhir perlu tetap dikedepankan kewaspadaan. “Tetap ikuti protokol kesehatan,” pintanya.

Adapun PPKM Mikro lanjut Fauzi mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT.  

“Kriteria  yakni Zona Hijau, yang diberlakukan untuk daerah yang bebas kasus Covid-19 dalam satu wilayah RT,” jelasnya. 

Selanjutnya  Zona Kuning, berlaku untuk kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak satu sampai dua rumah dalam satu wilayah RT selama 7 hari terakhir. Zona Orange, berlaku untuk kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak tiga hingga lima rumah dalam satu wilayah RT selama 7 hari terakhir. 

Untuk  Zona Merah, berlaku untuk kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak lebih dari lima rumah dalam satu wilayah RT selama 7 hari terakhir. Dalam pelaksanaannya PPKM Mikro dilakukan di Pekon atau Kelurahan melalui koordinasi seluruh unsur yang terlibat, mulai Ketua RT, RW, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, TP-PKK, Posyandu, Dasawisma, Kelurahan Tangguh Nusantara, tokoh-tokoh masyarakat, agama, adat, pemuda, penyuluh, nakes, Karang Taruna serta relawan lainnya. (sag/mlo)


Pos terkait