Antisipasi Penyebaran DBD, Puskesmas Lakukan PE-PSN

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Petugas medis UPT Puskesmas Rawat Inap (PRI) Kenali, Kecamatan Belalau, Lampung Barat melakukan kegiatan terpadu berupa inspeksi lingkungan dalam rangka pemberantasan sarang nyambuk (PSN) sekaligus Penyelidikan Epidemologi (PE) pasca adanya warga yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekon Kenali.

Berdasarkan hasil PE, petugas tidak menemukan jentik maupun nyamuk Aedes Aegypti tersebut. Pemeriksaan telah dilakukan di rumah dan lingkungan sekitar. Sehingga dari hasil itu penyakit DBD tersebut diprediksi berasal dari luar daerah.

Bacaan Lainnya



Kepala PRI Kenali Romaita S.St.,menjelaskan terkait adanya satu pasien yang terkena DBD, pihaknya masih akan melakukan observasi dalam satu pekan ini, apabila   penderita bertambah maka akan dilakukan Fogging (upaya pengasapan).

 “Dari hasil PE yang kami lakukan di rumah maupun lingkungan pasien DBD tersebut tidak ditemumkan jentik , namun dalam satu pekan ini kami tetap melakukan observasi, apabila bertambah akan kita lakukan Fogging,” imbuhnya.

Selain itu, dalam upaya mengantisitasi DBD, secara rutin setiap hari Jum’at pihaknya telah mencanangkan program Jum’at sehat yang salah satu sasaran kegiatan adalah dengan melakukan PSN.  Disamping itu, pihaknya memberikan pemahaman tentang ciri nyamuk Aedes Aegypti, khususnya mulai dari cara bertelur, lalu pemeriksaan jentik nyamuk, hingga penyampaian tanda dan gejala DBD, kemudian penanganan penyakit dan cara pencegahan DBD itu sendiri.

“Melalui program ini, kami mengajak agar masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti membersihkan bak mandi dua kali dalam satu minggu, berikut bak penampungan air lainnya, mengunakan kasa atau kelambu. Jangan menumpuk atau mengantung pakaian terlalu lama,” imbuhnya.

Disamping itu, masyarakat juga dikenalkan tentang penerapan 3M Plus, yaitu menutup wadah penampungan air, mengubur atau membakar barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk, dan menguras atau mengganti air di penampungan air.

 “Upaya pembasmian sarang nyamuk harus diawali dengan budaya yang sehat di tengah masyarakat. Kemudian perlu juga diketahui bahwa kita bisa mengetahui ciri-ciri jentik nyamuk Aedes Aegipty diantaranya dalam genangan air, posisi jentik nyamuk dalam posisi tegak lurus atau vertikal, tentu itu pengetahuan dasar yang perlu diketahui masyarakat luas,” pungkasnya.(edi/mlo)



Pos terkait