Anton Menyarankan Ada Pembeda di Label Penerima Bantuan

  • Whatsapp
Anggota DPRD Pringsewu Anton Subagiyo

Medialampung.co.id – Labelisasi rumah masyarakat penerima BLT, PKH dan BPNT serta bantuan sejenis lainnya diperlukan. Namun DPRD Pringsewu mewanti-wanti agar labelisasi tersebut tak mencantumkan kata-kata keluarga miskin. 

“Kami berharap bila nanti ada pemasangan stiker, dan cat, tidak boleh menggunakan istilah keluarga miskin akan tetapi Keluarga Pra sejahtera,” saran anggota DPRD Pringsewu Anton Subagiyo, SH.

Bacaan Lainnya



Ia juga meminta ada pembedaan dalam pemasangan stiker di rumah para penerimanya. Mengingat bantuan bantuan tersebut ada berbagai jenis. Sehingga tak memunculkan salah tafsir di tengah masyarakat.

Pembeda jenis bantuan bisa berbentuk stiker berwarna, misalkan warna dasar merah untuk PKH, warna kuning penerima BPNT PraKerja atau BLT Kemensos lalu dasar warna hitam BLT-DD, serta stiker warna dasar orange buat Korban Dampak Covid-19 seperti Korban PHK atau Pelaku UMKM yang gulung tikar.  

“Jadi ketika ada pertanyaan ‘kok rumahnya permanen tapi dapat bantuan?’ dapat dilihat dari   stiker warna orange. Maka yang lihat pasti tahu masuk kategori penerima yang mana. Begitu sebaliknya, Ini juga agar dapat memudahkan Publik mengawasi dan mengevaluasi,” usul politisi partai Golkar itu.

Terkait pemasangan stiker/penandaan bagi rumah warga yang menjadi penerima bantuan, Kadis Sosial Bambang Suherman dan sekretaris dinas pemberdayaan masyarakat pekon kabupaten Pringsewu Sugianto mengatakan segera melakukannya.

“Akan segera berkoordinasi dengan kepala pekon terkait BLT dana desa,” ungkap Sugiyanto. (sag/mlo)



Pos terkait