APBD-P 2020, Target PAD Lambar Jadi Rp64,856 Miliar

  • Whatsapp
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P.

Medialampung.co.id –  Target pendapatan asli daerah (PAD) pada anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2020 di Kabupaten Lambar naik sebesar Rp2,11 miliar lebih atau menjadi Rp64,856  miliar dari target sebelumnya Rp62,743 miliar lebih (target setelah dilakukan Refocusing anggaran 2020).

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P memaparkan, awalnya target PAD pada APBD murni 2020 sebesar Rp65,728 miliar lebih, kemudian setelah dilakukan refocusing anggaran dampak adanya Covid-19 targetnya berkurang menjadi Rp62,743 miliar lebih. 

Bacaan Lainnya



Berkurangnya target PAD tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI No.35/PMK.07/2020 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan Dana Desa tahun anggaran 2020 dalam rangka penanganan pandemi coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional.

“Selanjutnya di APBD-P target PAD naik menjadi Rp64,856 miliar lebih,” ujar Daman, Kamis (1/10)

Kata dia, target PAD sebesar Rp64,856 persen, itu rinciannya pajak daerah ditarget Rp10,934 miliar lebih, hasil retribusi daerah target  Rp4,1 miliar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan ditarget Rp4,7 miliar lebih serta lain-lain PAD  ditarget Rp45 miliar lebih.

“Pajak daerah target Rp10,934 miliar lebih itu  terdiri dari pajak hotel ditarget Rp44 juta lebih, pajak restoran  Rp631 juta lebih, pajak hiburan Rp2,5 juta, pajak reklame Rp65 juta lebih,  pajak penerangan jalan Rp4,2 miliar lebih, pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan RpRp4,1 miliar lebih, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan ditarget Rp70 juta,” bebernya

Sedangkan untuk hasil retribusi daerah ditarget Rp4,1 miliar lebih, meliputi retribusi jasa umum ditarget Rp3 miliar lebih, retribusi jasa usaha Rp1 miliar lebih dan retribusi perizinan tertentu ditarget Rp79 juta lebih.

Kemudian lain-lain pendapatan yang sah ditarget Rp45 miliar lebih, rinciannya jasa giro ditarget Rp1,3 miliar lebih, pendapatan bunga deposito Rp1,9 miliar lebih, pendapatan dari pengembalian Rp1 miliar, hasil pengelolaan dana bergulir Rp49 juta lebih, pendapatan BLUD Rp26 miliar lebih serta pendapatan dana kapitasi JKN Rp14 miliar lebih.   

“Dengan bertambahnya target PAD ini, kita berharap kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang dibebankan PAD, untuk terus berupaya agar target PAD dapat terealisasi 100 persen sebelum akhir tahun 2020,” tandasnya (lus/mlo)



Pos terkait