Arteria Dahlan Jamin Penangguhan Penahanan Pelaku Penganiayaan Nakes

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan membela pelaku pengeroyokan tenaga kesehatan Puskesmas Kedaton. Dia ikut menjamin penangguhan penahanan ketiga tersangka.

Alasan dia, saat ditemui di Kota Bandarlampung, Selasa (10/8), keluarga pelaku juga sudah meminta maaf kepada korban.

Bacaan Lainnya

Dalam surat penangguhan penahanan, Arteria menjamin ketiga tersangka tidak akan melakukan perbuatan melanggar hukum. 

“Saya sendiri yang menjamin, saya jamin mereka tidak akan melakukan perbuatan melawan hukum seperti melarikan diri, menghilangkan barang bukti, hingga melakukan perbuatan yang sama,” katanya.

Namun, proses hukumnya, kata dia, terus lanjut ke meja hijau. Walau, Arteria keberatan dengan pasal yang ditetapkan penyidik. Alasannya, satu tersangka berada dalam mobil saat pengeroyokan.

Arteria berencana mengungkap adanya dugaan keterangan palsu dari sang nakes. Dia minta jaksa jeli dalam hal ini.

Setelah ditetapkan jadi tersangka dan ditahan, keluarga yang diduga menganiaya nakes Puskesmas Kedaton minta maaf dan ingin islah (damai).

Ibarat pepatah, nasi sudah menjadi bubur, Polresta Bandarlampung telah menjerat ketiga tersangka tindak pidana tersebut dengan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan. 

Ancamannya, 7 tahun penjara, kata Kasat Reksrim Kompol Resky Maulana akhir pekan lalu. Kemarin, Selasa (3/8), keluarga tersangka menggelar konferensi pers dengan maksud ingin islah.

Padahal, sehari setelah kejadian, para tersangka siap memenjarakan sang nakes lewat laporan baliknya ke kepolisian. Mereka berdua, satu tersangka tak ikut ke kantor polisi, mengaku yang telah dianiaya seorang nakes.

Pihak kepolisian tidak gegabah menetapkan ketiga tersangka dengan ancaman hukuman yang lumayan itu. Mereka sudah menggelar perkara dan yakin betul menjadikan ketiganya tersangka.

Tentang laporkan baliknya, aparat kepolisian juga menelusurinya. Hasilnya, belum ada cukup bukti terjadinya penganiayaan seorang nakes terhadap ketiga warganya.

Kompol Resky Maulana menyebut barang bukti seperti video viral di media sosial (medsos) dan barang bukti lainnya, yakni kacamata serta batu yang tertinggal di lokasi, mengarah pada tiga pelaku tersebut.

Resky menjelaskan lebih detail peran masing-masing tersangka terkait pengeroyokan perawat tersebut. Dia menyebut Saudara A dan NV melakukan pemukulan kepada korban, sedangkan D memegangi nakes tersebut. 

Terkait laporan balik terkait tersangka A beberapa waktu lalu, Resky mengatakan semua sudah diproses. Meski begitu, dia menyebut pihaknya belum menemukan tindak pidana seperti yang dimaksud A dalam gelar perkara yang dilakukan.

“Selain itu, tim penyidik juga tidak menemukan tindak pidananya. Karena belum menemukan alat bukti yang mengarah pada perbuatan pidana. Oleh sebab itu, laporan balik A belum bisa diberikan kepastian hukum,” tandas Arteria Dahlan.(jim/mlo)


Pos terkait