Awal Februari Dinsos Mulai Pasang Stiker KPM-PKH

  • Whatsapp

Medialampung.co.id Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), menargetkan awal Februari 2020 mendatang, rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) mulai ditempel stiker atau label penerima PKH.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, dr. Edwin Ma’as, mendampingi Kepala Dinsos setempat, Agus Triyadi, S.Ip, M.M., mengatakan kini pihaknya telah mempersiapkan sekitar 11 ribu stiker termasuk untuk cadangan, stiker itu akan ditempel dirumah KPM PKH di seluruh Kecamatan di Kabupaten yang berjuluk negeri para sai batin dan para ulama itu.

Bacaan Lainnya



“Dalam waktu dekat segera kita sosialisasikan ke Camat dan Peratin dimasing-masing wilayah tentang rencana pemasangan stiker KPM PKH itu,” katanya, Rabu (15/1).

Dikatakannya, dalam pemasangan stiker atau label di rumah KPM PKH itu akan dilakukan secara serentak dengan melibatkan petugas pendamping PKH dan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK). Selain itu, akan diawali pemasangan secara simbolis oleh bupati Pesbar.

“Kita berharap pemasangan stiker di rumah KPM PKH bisa berjalan dengan baik, karena pemasanagan stiker itu salah satunya bertujuan untuk mendidik masyarakat agar bertanggungjawab dengan bansos PKH,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, agar KPM PKH bisa saling toleransi, artinya jika kesejahteraannya sudah meningkat diharapkan segera mundur dari peserta KPM PKH. Setelah dilakukan pemasangan stiker KPM PKH diharapakan  dijaga oleh warga dan jangan sampai sengaja dirusak oleh KPM itu sendiri.

“Pemasangan stiker itu disesuaikan dengan jumlah KPM PKH, sedangkan untuk jumlah KPM PKH ditahun 2020 ini ada sekitar 8.736 KPM,” jelasnya.

Masih kata Edwin, Dinsos kini masih mengisi kelengkapan data KPM, karena dalam stiker keluarga pra sejahtera itu berisi tentang identitas KPM dan lainnya. Sementara itu, jumlah KPM di Pesbar setiap tahun menurun. Seperti pada 2019 lalu jumlah KPM PKH berdasarkan data pada tahap I sebanyak 9.394 KPM dan tahap II ada 9.344 KPM.

“Lalu, tahap III ada 9.204 KPM dan tahap IV hanya 8.989 KPM. Sedangkan di awal Januari 2020 atau tahap I ini turun lagi jadi 8.736 KPM,” pungkasnya. (yan/d1n/mlo)



Pos terkait