Awal Tahun, Realisasi PAD Lambar Baru Rp3,5 Miliar

  • Whatsapp
Kepala BPKD Lambar Daman Nasir

Medialampung.co.id – Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Lampung Barat  pada APBD murni tahun 2020 ditargetkan sebesar Rp65,728 miliar lebih namun hingga pertanggal 20 Februari baru terealisasi Rp3,5 miliar atau 5,47 %.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P mengungkapkan, target PAD tahun ini  mengalami kenaikan sekitar Rp7 miliar jika dibanding target PAD pada APBD murni di tahun 2019 lalu.

Bacaan Lainnya



“Tahun 2019 target PAD di APBD murni sebesar Rp58,155 miliar lebih namun tahun ini ditargetkan Rp65,728 miliar lebih dan baru terealisasi Rp3,5 miliar lebih. Ini-kan masih awal tahun jadi kita optimis target tersebut akan terealisasi 100 % bahkan lebih,” kata Daman, Selasa (25/2/2020)

Dijelaskan, target PAD sebesar Rp65,728 miliar lebih itu, rinciannya hasil pajak daerah ditarget Rp11,555 miliar lebih namun baru terealisasi Rp1,2 miliar lebih atau 10,39 %, hasil retribusi daerah ditarget Rp4,350 miliar lebih namun baru terealisasi Rp253 juta lebih atau 30,75 %, kemudian hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan ditarget Rp4,431 miliar lebih belum ada realisasinya, serta lain-lain PAD yang sah ditarget Rp45,391 miliar lebih namun baru terealisasi Rp2,138 miliar lebih.

Lanjut dia, untuk hasil pajak daerah ditarget sebesar Rp11,555 miliar lebih, terdiri dari pajak hotel ditarget Rp84,748 juta lebih baru terealisasi Rp3,2 juta, pajak restoran target Rp1,552 miliar lebih baru terealisasi Rp70 juta, pajak hiburan ditarget Rp2,5 juta belum ada realisasi, pajak reklame target Rp65 juta lebih baru terealisasi Rp2 juta lebih, pajak penerangan jalan target Rp5,7 miliar baru terealisasi Rp1 miliar, target pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan Rp4 miliar lebih baru terealisasi Rp1 juta lebih, serta bea perolehan hak atas tanah dan atau bangunan ditarget Rp50 juta baru terealisasi Rp28 juta.

Lalu, target hasil retribusi daerah sebesar Rp4,350 miliar lebih meliputi retribusi jasa umum target Rp3,128 miliar lebih namun baru terealisasi Rp221 juta lebih, retribusi jasa usaha ditarget Rp1,141 miliar lebih namun baru terealisasi Rp23 juta lebih, serta retribusi perizinan tertentu target Rp80,2 juta baru terealisasi Rp9 juta lebih.

Kemudian lain-lain PAD yang sah ditarget sebesar Rp45,391 miliar lebih, rinciannya  penerimana jasa giro target Rp1,5 miliar namun baru terealisasi Rp85 juta lebih, pendapatan bunga deposito target Rp2 miliar baru terealisasi Rp229 juta lebih, pendapatan dari pengembalian target Rp1 miliar namun baru terealisasi Rp401 juta lebih, pendapatan dari dana kapitasi JKN pada FKTP dari target Rp13,579 miliar baru terealisasi Rp901 juta lebih,  serta pendapatan dari BLUD targetnya Rp27,311 miliar lebih baru terealisasi Rp521 juta.

“Meski target PAD tahun ini mengalami kenaikan, namun kita optimis akan terealisasi 100 % di akhir tahun,” tegas Daman. (lus/mlo)



Pos terkait