Awas! Ada Penipuan Mengatasnamakan Bupati Waykanan

  • Whatsapp
Bupati Waykanan Raden Adipati Surya

Medialampung.co.id – Untuk kesekian kalinya aksi penipuan yang nama pejabat Waykanan, kali ini nama Bupati Raden Adipati Surya yang dicatut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. 

Diketahui pemilik nomor telepon +62 896-0305-1380 yang mengatasnamakan Bupati Raden Adipati Surya menyatakan akan memberikan bantuan kepada pondok pesantren yang ada di Kabupaten Waykanan. 

Bacaan Lainnya

‘”Assalamualaikum wr wb Bapak Ibu yang saya hormati ada nya no telpon yang mengaku sebagai Bupati Waykanan dan mau memberikan bantuan ke pondok pesantren dengan no +62 896-0305-1380 saya nyatakan bahwa itu PENIPUAN. Tadi sempat menghubungi beberapa ponpes di Waykanan, menawarkan bantuan, untuk itu mohon tdk DITANGGAPI karena jelas itu penipuan. Terimakasih. Salam hormat,” bunyi pesan Adipati Surya di Group WhatsApp ICMI Waykanan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Hi. Saipul, S.Sos., M.IP., membenarkan adanya penipuan yang mengatasnamakan Bupati Waykanan dan mau memberikan bantuan ke pondok pesantren, Jumat (19/3). 

“Atas hal itu, Bapak Bupati. (Raden Adipati Surya), melalui Sekretaris Daerah (Sekda) menghimbau kepada jajaran Pemerintah daerah dan masyarakat kabupaten Waykanan khususnya untuk berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Bupati Raden Adipati Surya,” tegas Saipul. 

Sebagai catatan, hal serupa pernah terjadi pada 11 Desember 2020 lalu, dimana pelaku mencoba melakukan penipuan dengan menawarkan lelang kendaraan murah kepada Merky Defrienc, salah satu ASN Dinas PMPTSP Kabupaten Waykanan yang mengaku sedang berada pada acara lelang kendaraan murah di Kantor KPKNL. 

Merasa curiga karena pihaknya telah memiliki nomor asli Bupati Waykanan itu, dia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Adipati serta menyebarkan bahwa nomor tersebut telah melakukan percobaan penipuan dengan mengatasnamakan Bupati Adipati ke media sosial. 

Selain Bupati Waykanan, beberapa pejabat lain juga pernah mengalami hal yang sama, namun untungnya belum ada masyarakat Waykanan yang tertipu.(wk1/mlo)




Pos terkait