Awas! Beredar Daging Tak Layak Konsumsi di Pasar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id, BALIKBUKIT – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lambar terus melakukan pemantauan kesehatan daging yang dijual di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Beguai Jejama Sai Betik ini.

Pemantauan yang dilakukan menjelang hari raya lebaran itu tidak hanya fokus terhadap daging sapi dan daging ayam namun juga memantau daging kerbau beku impor, seperti di Pasar Liwa Kecamatan Balikbukit, Pasar Betung Kecamatan Sekincau dan sejumlah pasar lainnya sejak Selasa hingga Jumat (28-31/5/2019).

Bacaan Lainnya



Plt. Kepala Disbunnak Kabupaten Lambar Ir. Agustanto Basmar, M.Si mengungkapkan kegiatan pemantauan kesehatan daging yang dijual di sejumlah pasar menjelang hari raya Idul Fitri tersebut untuk memastikan bahwa konsumen yang membeli daging mendapatkan daging yang memenuhi kriteria ASUH (aman, sehat, utuh dan halal)

“Dari hasil pantauan yang kita lakukan di pasar, kita menemukan daging bagian jeroan dan hati yang sudah membusuk atau tidak layak di konsumsi lagi yang dijual oleh padagang di Pasar Liwa. Kita juga menemukan ada pedagang yang menjual daging kerbau impor yang dijual dengan harga murah,” ujar Agustanto.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menemukan bagian paru yang sudah busuk yang dijual di Pasar Betung Kecamatan Sekincau. “Atas temuan ini, kita langsung memberikan teguran lisan dan teguran tertulis kepada pedagang agar tidak menjualnya kembali, karena itu berbahaya bagi kesehatan warga yang mengkonsumsinya,” ucapnya seraya menambahkan untuk ayam mati kemarin (tiren) tidak ditemukan.

Lebih jauh Agustanto mengungkapkan untuk stok daging di Kabupaten Lambar aman, terlebih Lambar merupakan daerah penghasil daging kambing dan sapi.

Pihaknya mengimbau kepada pedagang agar tidak menjual daging kerbau beku impor serta daging yang tidak layak konsumsi. “Kepada konsumen kita berharap agar lebih teliti untuk memilih daging yang akan dibeli, pilih-lah daging yang masih segar, sehat dan layak untuk dikonsumsi,” tandasnya. (lus/mlo)



Pos terkait