Ayah Bejat! Anak Kandung Dirudapaksa Hingga Tujuh Kali

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Sungguh bejat perbuatan seorang ayah di Lampung Tengah ini! Darah dagingnya sendiri pun tega direnggut kesuciannya hingga tujuh kali sejak 2020.

Kapolsek Seputihraman Iptu Candra Dinata mewakili Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro menyatakan AH (35), warga Kecamatan Seputihraman, ditangkap berdasarkan LP Perlindungan Anak No. LP/81/B/V/2021/POLDA LPG/RES LAMTENG/SEK SERAM Tgl. 19 Mei 2021. 

Bacaan Lainnya

“Tersangka tega merenggut kesucian anak kandungnya, CC (15). Korban masih duduk di bangku kelas IX. Kasus ini dilaporkan nenek korban,” katanya.

Pencabulan ini, kata Candra,  sudah tujuh kali dilakukan tersangka sejak 2020. “Sudah tujuh kali sejak 2020. Kali terakhir terjadi pada Rabu (5/5) sekitar pukul 13.00 WIB. Perbuatan bejat ini selalu dilakukan di rumah ketika ibu korban atau istri tersangka bersama anaknya yang kecil sedang pergi ke pasar. Bahkan perbuatan bejat ini pernah dilakukan tersangka ketika istri dan anaknya yang kecil sedang tidur atau rumah dalam keadaan sepi. Korban tak berdaya menolak karena diancam,” ujarnya.

Kronologis penangkapan, kata Candra, pihaknya mendapat informasi keberadaan tersangka berada di Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan.

“Kita dapat informasi tersangka ada di rumah saudaranya di Tanjungbintang, Sabtu (22/5) sekitar pukul 13.00 WIB. Kita langsung bergerak melakukan penangkapan. Tersangka ditangkap saat menaiki ojek hendak melarikan diri ke Pulau Jawa sekitar pukul 19.30 WIB,” ungkapnya.

Sebagai barang bukti, kata Candra, pihaknya mengamankan satu bantal warna pink bergambar Hello Kitty untuk menyekap korban saat disetubuhi. “Kemudian celana coklat milik korban, satu BH pink milik korban, satu kaos oblong warna putih milik korban, satu jeans levis milik korban, dan sprei,” paparnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Candra, tersangka dijerat Pasal 81 ayat 3 Perppu No.1/2016 Jo pasal 76 D UU No.35/2014. “Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lamteng Eko Yuwono mengutuk keras perbuatan bejat ayah kandung ini. “Tentunya kita mengutuk keras seorang ayah yang tega memperkosa anak kandungnya sendiri. Seharusnya orang tua adalah garda terdepan di dalam perlindungan anak,” tegasnya.

Kasus ini, kata Eko, terungkap setelah korban cerita dengan orang lain. “Ceritanya dengan orang lain. Kabar ini didengar neneknya yang di Tuba Barat. Akhirnya kasus ini dilaporkan ke polisi,” ujarnya.

Tersangka, kata Eko, bekerja sebagai buruh giling padi. “Kerjaan tersangka ini buruh giling padi. Selalu pulang pukul 12.00 WIB. Sedangkan ibu korban atau istri tersangka ikut orang berjualan di pasar. Karena rumah sepi sehingga dimanfaatkan oleh tersangka berbuat bejat,” katanya.

Pada 2021 ini, kata Eko, sudah ada empat kasus incest. “Ini kasus yang keempat selama 2021. Semoga ini yang terakhir. Kalau kejahatan seksual anak 2021 ini sudah 48 kasus dengan sembilan di antaranya hamil. Lima korban hamil sudah melahirkan. Tentunya pemerintah daerah melalui dinas terkait bisa ikut berperan serta memutus mata rantai kejahatan seksual terhadap anak. Orang tua, keluarga, dan masyarakat juga harus ikut berperan serta mengawasi anak-anaknya,” ungkapnya. (sya/mlo)

Pos terkait