Ayo Manfaatkan RPH, Tarif hanya Rp10.500 per Ekor

  • Whatsapp
Kepala Disbunnak Lambar Agustanto Basmar

Medialampung.co.id – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lampung Barat, mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) yang berlokasi di Lingkungan Serdang, Kelurahan Waymengaku, Kecamatan Balikbukit saat melakukan pemotongan hewan khususnya sapi dan kerbau.

Tarifnya sangat murah, yakni hanya Rp10.500 per ekor. Pemotongan hewan yang dilayani tidak hanya untuk kepentingan usaha, melainkan untuk masyarakat yang hendak mengadakan pesta, dengan melakukan pemotongan sapi atau kerbau bisa mendapatkan pelayanan PLH tersebut.

Kepala Disbunnak Lambar Agustanto Basmar mengungkapkan, jika alasannya karena adat sehingga proses pemotongan hewan untuk dikonsumsi saat menggelar pesta.

Maka tetap ada solusi, yakni proses pemotongan di RPH, hanya dilakukan berupa penyembelihan, pengelupasan kulit, dan pemotongan dalam bentuk besar.

”Sehingga hasil pemotongan di RPH dibawa pulang, dan adat tatikolan yang masih kental di Lambar, itu tetap terjaga dengan melakukan pemotongan daging dalam bentuk kecil-kecil,” ungkap Agustanto.

Menurut dia, fungsi RPH sendiri, bukan hanya sebagai tempat pemotongan, tetapi juga pemeriksaan hewan ternak, wadah tempat para peternak bisa bertanya, mulia makanan hewan ternak yang baik, perawatan, hingga penjualan. Mungkin, juga bisa menjadi tempat untuk berbagi wawasan tentang hewan ternak yang berkualitas.

”Saat proses pemotongan di RPH, kami memiliki dokter hewan yang akan memeriksa kesehatan dari hewan itu sendiri, termasuk saat setelah dipotong hatnya akan diperiksa apakah layak konsumsi atau tidak, karena ketika mengandung cacing hati maka itu tidak layak konsumsi dan akan disampaikan kepada pemiliknya,” kata dia.

Sejauh ini, kata Agustanto, sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan RPH, hanya saja sejumlah penjual daging yang seyogyanya melakukan pemotongan di RPH justru tidak.

Sejumlah pendekatan terus dilakukan, dengan tujuan daging dijual kepada masyarakat itu benar-benar layak konsumsi.

”Kami juga berencana akan melakukan study banding ke daerah yang pengelolaan RPH-nya lebih baik, karena target kami RPH yang telah dilengkapi dengan berbagai failitas tersebut bisa benar-benar maksimal,” pungkasnya. (nop/mlo)



Pos terkait