Bagian Tubuh Hiu Paus Mati Tak Boleh Disimpan, Apalagi Diperjualbelikan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dinas Perikanan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), minta warga tidak mengambil dan menyimpan bagian tubuh Hiu Paus (Rhincodon typus) yang terdampar dan mati di pantai Pedada, Pekon Penggawalima Ilir, Kecamatan Waykrui, Rabu (19/11) lalu.

Pasalnya, Hiu Paus itu merupakan satwa laut yang dilindungi undang-undang, sehingga semua bagian dari mamalia laut itu tidak diperkenankan untuk diambil apalagi sampai diperjualbelikan.

Bacaan Lainnya

Kadis Perikanan Pesabr Armen Qodar, S.P., mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui direktorat jenderal pengelolaan ruang laut terkait adanya Hiu Paus yang terdampar dan mati di kabupaten setempat.

“Kita sudah berkoordinasi dengan KKP melalui Dirjen PRL, mereka minta agar masyarakat tidak mengambil bagian tubuh mamalia laut yang dilindungi itu, karena berdasarkan Keputusan Menteri KP No.18/2013 tentang penetapan status perlindungan penuh ikan Hiu Paus itu,” kata dia.

Dijelaskannya, dalam keputusan menteri KP itu, menetapkan Hiu Paus sebagai jenis ikan yang dilindungi, Perlindungan Hiu Paus dengan status perlindungan penuh pada seluruh siklus hidup atau bagian-bagian tubuhnya.

“Perlindungan pada siklus hidup atau bagian tubuh Hiu Paus itu dapat dikecualikan jika diperuntukan untuk penelitian, sedangkan diluar peruntukkan tersebut tidak diperkenankan,” jelasnya.

Pihaknya meminta masyarakat agar melakukan koordinasi dengan Dinas Perikanan jika menemukan satwa laut yang dilindungi terdampar di perairan Kabupaten setempat.

“Kita tidak bisa sepenuhnya mengontrol wilayah perairan kabupaten ini, karena itu perlu ada kerjasama dengan masyarakat bersama-sama memantau dan melaporkan jika ada satwa laut yang dilindungi terdampar seperti Hiu Paus itu,” tandasnya. (ygi/d1n/mlo)

Pos terkait