Bahas Pemanfaatan Ruang Kawasan Lumbokseminung, Kementrian ATR/BPN dan Pemkab Lambar Gelar FGD IV

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Direktorat Pengendalian Pemanfaatan Ruang bersama Pemkab Lampung Barat, menggelar Focus Group Discussion (FGD) IV penyusunan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan prioritas Lumbok Seminung (Danau Ranau) pada DAS Musi, Wilayah Sungai Musi-Sugihan-Banyuasin-Lemau di aula Aula Balairung, Rumah Makan Sari Rasa Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balikbukit Senin (26/10).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Wasisno Sembiring, juga dihadiri Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Ir. Wisnu Broto Saroso, Ces, M.Dev.PLG., Kasubdit Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah I, Ditjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang Dan Penguasaan Tanah Kementerian ATR/BPN Prasetyo Wiranto, Tim Teknis Penyusunan Insdal Dhaniel melalui Video Conference (Vicon) dan dihadiri perwakilan Perangkat Daerah (PD) Lambar, Kepala Kantor Kementrian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Camat Lumbokseminung, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kecamatan Balikbukit.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Wasisno Sembiring mengungkapkan, kegiatan FGD 4 penyusunan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan prioritas Lumbok Seminung (Danau Ranau) Pada DAS Musi, Wilayah Sungai Musi-Sugihan-Banyuasin-Lemau, merupakan FGD lanjutan (follow up) dari FGD sebelumnya yang telah menyepakati konsep pengendalian pemanfaatan ruang dan konsep struktur dan pola ruang kawasan Lumbokseminung.

”Danau merupakan salah satu bentuk ekosistem air tawar yang ada di permukaan bumi. Secara umum, danau merupakan perairan umum daratan yang memiliki fungsi penting bagi pembangunan dan kehidupan manusia. Mengingat pentingnya fungsi danau sebagai penyangga kehidupan, maka danau harus dilindungi dan dijaga kelestariannya, ditingkatkan fungsi dan manfaatnya, dan dikendalikan daya rusaknya terhadap lingkungan,” ujarnya.

Terusnya, peranan tata ruang yang pada hakekatnya dimaksudkan untuk mencapai pemanfaatan sumber daya optimal dengan sedapat mungkin menghindari konflik pemanfaatan sumber daya, dapat mencegah timbulnya kerusakan lingkungan hidup serta meningkatkan keselarasan.

”FGD IV ini adalah untuk kesepakatan muatan RDTR dan peraturan zonasi di kawasan Lumbokseminung – Sukau. Peraturan zonasi menurut penjelasan undang-undang merupakan ketentuan yang mengatur pemanfaatan ruang dan unsur-unsur pengendalian yang disusun untuk setiap zona peruntukan dengan rencana rinci tata ruang.  Untuk itu diharapkan masukan  dan  tanggapan  dari peserta FGD agar upaya  pengendalian  di  kawasan  Lumbok Seminung-Sukau  dan sekitarnya dapat direalisasikan secara nyata ketika diberlakukan regulasi pengendalianya,” ujarnya. 

Selanjutnya, kepada tim penyusun kembali disampaikan agar dalam pelaksanaannya kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, sehingga muatan dokumen yang disusun dapat dimanfaatkan secara optimal. (nop)


Pos terkait