BAIN HAM Waykanan Tak Mau Gegabah Tangani Masalah Pemecatan Bidan

  • Whatsapp
Ketua BAIN HAM Waykanan, Edi S

Medialampung.co.id – BAIN HAM Waykanan tidak ingin gegabah di dalam menangani masalah dugaan pemecatan sewenang-wenang yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas Blambangan Umpu, terhadap seorang Bidan TKS, dengan jalan menyiapkan semua berkas dengan rapi dan teliti, agar tidak sampai merugikan orang lain.

“Setelah konferensi Pers kemarin (22/12), kami sekarang masih melakukan persiapan sekaligus melengkapi berkas-berkas atas laporan korban sehingga nanti apapun akan kami lakukan atau kemana kami akan mengadukan perusahaan ini tidak mentah atau berhenti di tengah jalan sekaligus untuk memastikan bahwa bagi pelaku akan diberi sanksi yang tegas, oleh karenanya Kami mempersiapkan segala sesuatunya dengan benar agar tidak merugikan orang lain,” ujar Ketua BAIN HAM Waykanan, Edi S.

Bacaan Lainnya

Menurut Edi, setelah semua berkas lengkap ia dan organisasinya akan melakukan gelar perkara sebelum menentukan kemana dan kepada siapa BAIN HAM Waykanan menyampaikan pengaduan.

“Kalau dilihat dari peristiwa kasus ini kan aneh sekali, seorang dokter kepala puskesmas memberhentikan seorang tenaga kerja di puskes yang ia pimpin atas perintah seseorang karena orang tua bidan tersebut mendukung calon yang kalah dalam pilkada, ditambah 2 alasan lain, yakni rencana pemecahan wilayah kerja dan masalah biaya, itu kan tidak logis karena bidan itu sendiri tidak terlibat aksi dukung mendukung calon,” imbuh Edi.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh BAIN HAM dan awak media, dengan tegas kalau dr. Indra Jaya selaku pimpinan Puskesmas Blambangan Umpu membenarkan kalau ia telah memberhentikan bidan Rizki Apriani dan Antoni dengan alasan karena akan ada rencana pemecahan wilayah kerja, kekurangan dana serta atas perintah seseorang yang tidak senang karena dalam pilkada lalu orang tua Rizky diketahui mendukung pasangan lain.(wk1/mlo)


Pos terkait