Bakso Son Haji Sony Belum Tunjukkan Itikad Baik

  • Whatsapp
Kepala BPPRD Kota Bandarlampung Yanwardi (kiri) saat menyegel salah satu gerai bakso bersama Ketua TP4D M. Umar (kanan)

Medialampung.co.id – Pasca penyegelan, pihak Bakso Son Haji Sony belum menunjukkan itikad baik, yakni belum bersedia menandatangani Pakta Integritas dan bersedia memakai tapping box yang diberikan oleh Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandarlampung. 

Inspektur Kota Bandarlampung, M. Umar mengatakan pada Medialampung.co.id bahwa pengacara Bakso Son Haji Sony sudah dua kali menghadap, terkait polemik pajak dengan Pemkot Bandarlampung yang berujung penyegelan gerai oleh TP4D beberapa waktu yang lalu.

Bacaan Lainnya

“Pada pertemuan pertama ia menyampaikan keberatan atas penyegelan yang kita lakukan. Kita sampaikan alasan di balik penyegelan dan diterima dengan baik,” ungkapnya di Pemkot Bandarlampung, Kamis (21/7). 

Selanjutnya M. Umar menjelaskan, pada pertemuan kedua, membahas tentang poin-poin yang ada dalam pakta integritas yang seharusnya ditandatangani pihak Bakso Son Haji Sony.

“Pertemuan kedua, pengacaranya yang datang dari Sukabumi Jawa barat kembali lagi, dan kami berikan penjelasan item-item dalam pakta integritas itu, lalu dia menyampaikan pada kami bahwa dia mengerti dan membenarkan aturan Pemda tersebut,” katanya.

Umar mengatakan bahwa pihak pengacara Bakso Son Haji Sony setuju dengan isi pakta integritas tersebut. Namun setelah pertemuan kedua, pihak pengacara Bakso Son Haji Sony mengatakan akan membicarakan atau meyakinkan kliennya terkait hasil pertemuan dengan Pemkot Bandarlampung. 

“Tapi sampai sekarang belum datang lagi. Dan terakhir kabarnya mereka mau pindah,” tambah Umar.

Terkait pihak Bakso Son Haji Sony yang belum bersedia menandatangani pakta integritas, sang pengacara tidak memberikan alasan secara rinci. 

“Alasan yang mereka sampaikan kepada kami, Bakso Son Haji Sony ingin memakai tapping box nya sendiri dan ingin memantau lebih banyak transaksi pada gerainya,” jelasnya.

Menurut Umar, jika bersedia memasang tapping box, rekaman transaksi gerai Bakso Son Haji Sony ada di BPPRD Pemkot Bandarlampung. Hal ini lebih sederhana, dengan cara datang ke BPPRD dan meminta datanya.

Sementara ini, TP4D Bandarlampung belum berencana melaksanakan penyegelan lagi, mengingat masih dalam masa PPKM. Diketahui, dari 18 gerai Bakso Son Haji Sony yang ada di Bandarlampung, sudah ada 6 gerai yang disegel. 

Ia berharap, pihak Bakso Son Haji Sony kooperatif, mau menandatangani pakta integritas dan bersedia memakai tapping box. Jika Bakso Son Haji Sony tidak juga kooperatif, akan ditempuh jalur hukum sebagai upaya terakhir. 

“Kami juga harus berlaku adil, berlaku sama dengan pengusaha-pengusaha lain. Kita upayakan dulu dengan cara-cara persuasif,” pungkasnya. 

Sementara kepala Badan BPPRD Kota Bandarlampung Yanwardi menambahkan pihaknya akan mengambil langkah tegas serta menggunakan Jalur Hukum 

“Nanti setelah PPKM selesai kita akan mulai menyisir 11 gerai lagi, kita beserta Tim TP4D akan menyegel kembali jika pihak manajemen Bakso Sony tidak kooperatif dalam penggunaan tapping box,” ucapnya melalui sambungan telepon. (jim/mlo)


Pos terkait