Bakso Sony Tutup Gerai, Pemkot Bandarlampung Bakal Tetap Tagih Pajak

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah Kota Bandarlampung tidak mempersalahkan Bakso Sony akan mengakhiri usahanya di kota Bandarlampung.

Alih-alih alasan pandemi, usaha yang sudah dirintis hampir 40 Tahun itu disebut tidak mengindahkan aturan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No.6/2018.

Bacaan Lainnya

Wakil Walikota Deddy Amrullah menjelaskan dalam Konferensi pers di ruang rapat Walikota gedung Sumergou, Senin (5/7) bahwa pihaknya sudah lama memantau Bakso Sony yang ternyata tidak mau mengoptimalkan tapping box.

“Itu kan sudah ada aturan dari KPK kita hanya melaksanakan saja,bagian yang kita ambil hanya dari konsumen sebesar 10 % dan itu hak kita sebagai yang mengambilnya,” katanya

Sebanyak 18 gerai bakso memiliki potensi pajak sekitar Rp400 juta per bulan, namun manajemen hanya menyetorkan pajak Rp150 juta dalam sebulannya.

Pajak ini merupakan pungutan dari konsumen yang bertransaksi di Bakso SON HAJISONY. Namun tidak disetorkan ke pemerintah sesuai aturan pengenaan pajak PB1 UU No.28/2009 yang diturunkan pada Perda No.1/2011 tentang pajak daerah.

“Kita hanya mengutip dari konsumen dan ini sudah terkoneksi dengan KPK serta Bank Lampung. 18 gerai ini tidak signifikan pendapatannya. Seharusnya pihak bakso Sony tidak salah tafsirnya dari penyegelan ini. Kita kan memungut sesuai amanat undang-undang,” ucap Deddy 

Pihaknya juga akan tetap melakukan penagihan meski ada informasi semua gerai Bakso SON HAJISONY di Kota Bandarlampung akan ditutup. 

“Dalam undang-undang tidak ada disebutkan penghapusan pajak karena pindah tempat, Meski pindah Pajak yang bocor akan tetap ditagih oleh Pemkot Bandarlampung,” tegas Wakil Walikota Bandarlampung Dedi Amrullah. 

Sementara Kepala BPPRD Kota Bandarlampung Yanwardi mengatakan Bakso Sony jelas tidak mau menandatangani surat pakta integritas. 

Manajemen memilih menggunakan alat pencatat transaksi sendiri. Sedangkan dalam aturan, alat transaksi yang diperbolehkan hanyalah tapping box.

“Alasan mereka pakai alat register sendiri, nanti sore dikirim ke tapping box. Tapi alat kami tidak pernah bergerak atau terdeteksi,” ujar Yanwardi.

Sejatinya persoalan ini tidak akan berlarut apabila manajemen Bakso SON HAJISONY bersedia mengefektifkan tapping box untuk membantu memaksimalkan pendapatan daerah yang difungsikan dalam pembangunan di Kota Bandarlampung.

“Kalau efektifkan tapping box dan menandatangani pakta integritas, maka selesai, tidak ada masalah, ini malah beropini seolah-olah kita memaksa menutup usaha mereka,” tandasnya.(jim/mlo)


Pos terkait