Balitbang dan FMIPA Unila Seminar Pengembangan KRL

  • Whatsapp

Sebagai Kawasan Eduwisata dan Laboratorium Alami

Medialampung.co.id – Hari Ini, Rabu (16/9) Badan Penelitian dan Penggembangan (Balitbang) berkerja sama dengan FMIP Universitas Lampung (Unila) menggelar seminar “Pengembangan Kebun Raya Liwa (KRL) sebagai Kawasan Eduwisata dan Laboratorium Alami” dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lampung Barat Ke-29.

Bacaan Lainnya



Acara tersebut dilaksanakan secara webinar. Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus dan Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si., akan hadir dan kegiatan tersebut.

Selain itu, juga akan dihadiri  anggota DPR RI Drs. Hi. Mukhlis Basri, M.M., serta narasumber Dra. Esti Munawaroh (tentang perjalanan panjang membangun dan mengembangkan Kebun Raya Liwa di Lampung Barat), Ir. Diana Kusumaastuti, M.T., (tentang dukungan Kementrian PUPR dalam pemenuhan infrastuktur Kebun Raya Liwa), Dr. Endah Setyaningrum, M. Biomed (tentang peran Kebun Raya Liwa sebagai eduwisata dan prakter kerja lapangan), Nismah Nukmal, Ph.D. (Biodiversitas dan Potensi Pengelolaan Fauna di Kebun Raya Liwa), Dr. Sri Wahyuningsih, M.Si., (tentang peningkatan SDM dalam mendukung konservasi biodiversitas di Kebun Raya Liwa).

Kepala Balitbang Lambar Ir. Novriadi Kuswan mengatakan, dalam rangka HUT Lampung Barat, Balitbang menggelar seminar nasional mengenai KRL sebagai kawasan eduwisata dan laboratorium alami ini merupakan salah satu perwujudaan dari komitmen Kabupaten Lampung Barat sebagai Kabupaten Konservasi.

Lanjutnya, perlu di ketahui bahwa Kebun Raya Liwa (KRL) merupakan salah satu kawasan di Lampung Barat untuk melakukan studi dan konservasi terhadap biodiversitas, khususnya varietas endemik di sekitar Lambar. dimana terdapat berbagai macam sumber-sumber tanaman seperti kayu-kayu,  buah buahan  serta tanaman hias yang ada di KRL.

Melalaui semiar ini Khususnya Balitbang ingin mengenalkan Kabupaten  Lampung Barat  secara luas terkait Kebun Raya Liwa (KRL) sebagai kawasan eduwisata dan laboratorium alami, dalam hal ini Balitbang menghadirkan berbagai narasumber, yaitu FMIPA Unila Jurusan Biologi, Direktur Bina Penataan Bangunan Kementrian  PUPR, dan juga Lembaga Ilmu Pegetahuan Indonesia (LIPI).

Perlu diketahui, kurang lebih selama 10 tahun perjalanan KRL, banyak hal yang sudah dibangun, diantaranya adalah taman tematik.

KRL memiliki lima taman tematik yakni taman tematik araceae, taman tematik wangi, taman tematik buah, taman tematik hias, taman tematik aren dengan total luas sekitar 11,7 hektare (ha), dan terdapat lebih 20 ribu spesimen tanaman kebun koleksi.

Selain itu, fasilitas penunjang KRL yakni kantor, toilet umum, mushola, kedai kopi, jalan setapak dan jalan rabat, pergola, gazebo, rumah jaga, kolam, welcome area, jalan lingkungan, dan fasilitas umum lainnya.

Dengan berbagai jenis dan jumlah koleksi flora serta sarana pendukung yang sudah ada, KRL telah memenuhi lima fungsi kebun raya yaitu fungsi konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan. Diharapkan kedepan dengan dilaksanakanya seminar ini bisa meningkatkan kunjungan para wisata ke KRL. (linda/haris)



Pos terkait