Balitbang Gelar FGD Study Kelayakan Pendidikan PSDKU Khusus Kopi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id –  Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan dokumen study kelayakan pendidikan Program Study Diluar Kampus Utama (PSDKU) khusus kopi di aula Kagungan, Rabu (13/11).

Kegiatan FGD itu dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Wasisno Sembiring, S.E, M.P., serta dihadiri sejumlah kepala OPD, serta Ketua Tim Penyusunan Dokumen Study Kelayakan PSDKU yang juga menjabat Pembantu Direktur III Politeknik Neheri Lampung  Ir. Beni Hidayat, M.Si., beserta jajaran, tenaga ahli Kelitbangan, perwakilan dari OPD dan sekolah vokasi di Kabupaten Lambar.

Bacaan Lainnya



Dalam sambutannya, Wasisno Sembiring, S.E, M.P mengungkapkan, program study di luar kampus utama (PSDKU) adalah pelaksanaan kegiatan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi di luar kampus utama. Dasar hukum penyelenggaraan PSDKU adalah Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No.1/2017 tentang pembukaan, perubahan dan penutupan program study di luar kampus utama perguruan tinggi.

Menurut dia, Kabupaten Lambar yang berada di perbukitan menjadikan kabupaten ini mempunyai potensi sumberdaya alam yang melimpah terutama di bidang pertanian. Luas area perkebunan di Kabupaten Lambar ini mencapai 65.211,8 Hektare (Ha) dengan sebagian besar adalah perkebunan kopi. “Kopi robusta, lada dan kakao merupakan komoditas unggulan Kabupaten Lambar dan kabupaten ini dikenal sebagai etalase kopi Provinsi Lampung bahkan nasional,” ungkap Wasisno.

Komoditas kopi merupakan komoditas utama dari Kabupaten Lambar dan mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap PDRB Kabupaten Lambar. Pada tahun 2012 sektor pertanian menyumbang 58,14 % terhadap PDRB Lambar, dari jumlah tersebut sektor perkebunan menyumbang 41,7 % terhadap PDRB pertanian.

Dalam rangka menopang produktivitas kopi sebagai potensi terbesar di Lambar, lanjut dia, pemerintah daerah melakukan kajian tentang kemungkinan pendirian PSDKU khusus kopi di Kabupaten Lambar sebagai daya dorong dalam optimalisasi produksi kopi di Kabupaten Lambar. “Tujuan dari kajian ini adalah menyediakan kerangka perencanaan dan pembukuan study kelayakan penguatan kerjasama Kelibangan dalam rangka pendirikan PSDKU khusus kopi di Kabupaten Lambar,” imbuhnya.

Lanjut dia, adapun maksud pelaksaan study kelayakan pendirian PSDKU khusus kopi di Kabupaten Lambar adalah sebagai dasar penilaian kelayakan terhadap pendidikan program study khusus kopi di Kabupaten Lambar dilihat dari aspek teknis, sumberdaya manusia, sosial, lingkungan dan persyaratan administrasi lainnya.

Dengan adanya study ini, pihaknya  berharap seluruh kebutuhan pembukuan PSDKU kopi di Kabupaten Lambar akan terindentifikasi, yaitu antara lain acuan bagi Road Map pembukaan PSDKU kopi Lampung Barat, teridentifikasinya kelayakan pendirian PSDKU khusus kopi dilihat dari aspek-aspek pendirian, komoditas, SDM, penyelenggaraan dan aspek aspek pendukung lainnya, tersusunnya perkiraan biaya investasi, teknologi yang digunakan untuk pembangunan, target pasar, proyeksi mahasiswa, proyeksi SDM dan kemampuan Pemkab dalam mendukung PSDKU kopi, serta terindentifikasinya nilai keuntungan atau manfaat yang didapat oleh berbagai pihak yang terlibat dalam PSDKU kopi termasuk pemerintah daerah.

“Pelaksanan FGD ini merupkan FGD yang terakhir dalam rangka mendapatkan bahan masukan dalam penyempurnaan penyusunan laporan akhir. Adapun hasil dari study tersebut adalah berupa dokumen hasil kajian yang menyatakan layak tidaknya pendirian PSDKU khusus kopi di Kabupaten Lambar ditinjau dari aspek-aspek kelayakan pendirian sebuah perguruan tinggi,” pungkas dia.

Sekadar diketahui, dari pertemuan FGD tersebut, dihasilkan kesimpulan bahwa Tim Polinela akan memperbaiki koreksi dan manambahkan masukan dari peserta FGD demi kesempurnaan dokumen laporan yang akan menjadi rekomendasi pemerintah dalam menyusun kebijakan pendirian PSDKU khusus kopi di Kabupaten Lampung Barat. (lus/mlo)



Pos terkait