Banang Pertanyakan Anggaran Sejumlah Program Dinsos

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Anggaran urusan/bidang pemerintahan daerah dan program kegiatan pada Dinas Sosial (Dinsos) Lampung Barat, menjadi salah satu pokok pembahasan yang cukup alot pada rapat kerja Badan Anggaran (Banang) DPRD Lambar bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (13/11).

Sejumlah anggaran Dinsos tahun 2020 menjadi sorotan pihak Banang, diantaranya alokasi untuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang dialokasikan sebeasar Rp694.700.000,- Pemuatkhiran data PMKS dan PSKS  sebesar Rp194.311.000,- Ferivikasi dan Validasi Fakir Miskin sebesar Rp590.609.200,- kemudian Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sebesar Rp138.222000,- hingga anggaran untuk program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) yang dianggarkan sebesar Rp1.359.817.000,-.

Bacaan Lainnya



Wakil Ketua  Banang Erwansyah, S.H., dengan tegas menyayangkan minimnya program peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM) bagi masyarakat yang notabennya dilaksanakan oleh Dinsos Lambar, dan ia melihat banyak kejanggalan dalam penganggaran beberapa program.

”Jumlah masyarakat miskin berkurang, Lambar juga sudah keluar dari predikat daerah tertinggal, tapi kenapa justru anggaran untuk penanggulangan kemiskinan malah meningkat, kami jangan dibohongi apalagi dengan argument-argumen yang menurut kami tidak masuk akal, karena kami juga tidak bodoh-bodoh amat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Lambar Raswan, S.H., tidak begitu gamblang menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh pihak Banang, dan menurutnya besarnya anggaran untuk Ferivali itu dikarenakan kegiatan tersebut dilaksanakan lebih dari dua kali dalam satu tahun.

”Kita masih mengacu kepada data terpadu, kemudian untuk ketentuan Verivali, tidak mesti sekali dalam setahun namun minimal dua kali dalam setahun  sepanjang ada perubahan di lapangan, dan dalam rangka enam bulan ketika ada perubahan maka kita lakukan  Ferivali kembali,” kata dia.

Sementara hingga pembahasan berkaitan dengan sejumlah anggaran selesai, Ketua Banang Edi Novial menegaskan, bahwa untuk program tidak akan dihapus dan harus tetap dilaksanakan, hanya saja perlu dilakukan penataan kembali soal anggarannya.

”Disini ada dua kegiatan Ferivali,  kalau bisa  ini  disatukan saja, sehingga akan semakin menghemat anggaran, kemudian penataan anggaran lainnya masih perlu dilakukan, kalau untuk program ini harus tetap ada,” pungkasnya.(nop/mlo)



Pos terkait