Bandara Radin Inten II Wajibkan Penumpang Pesawat Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dalam rangka meningkatkan keamanan, kecepatan dan efektifitas verifikasi dokumen kesehatan sebagai persyaratan penerbangan, Bandar Udara Radin Inten II mulai berlakukan kebijakan validasi dokumen kesehatan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi di area Check In mulai hari ini, Minggu (1/8).

M Hendra Irawan selaku Executive General Manager Bandara Radin Inten II Lampung menjelaskan bahwa dalam memastikan kelancaran pelaksanaan kebijakan ini, penumpang kini diwajibkan menginstal aplikasi PeduliLindungi pada perangkat telekomunikasi yang digunakannya.

Bacaan Lainnya

Adapun kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari ketentuan Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan No.847/2021 Tentang Digitalisasi Dokumen Kesehatan Bagi Pengguna Transportasi Udara Yang Terintegrasi Dengan Aplikasi PeduliLindungi.

“Kita akan secara kontinyu menjalankan kebijakan ini menggunakan pendekatan “Social Enforcement” agar masyarakat memiliki keharusan untuk menginstal dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebelum melakukan penerbangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Irawan menjelaskan bahwa tiga pendekatan penggunaan aplikasi PeduliLindungi antara lain sebagai Terminal Access Control bagi Angkasa Pura II sebagai operator bandara, sebagai Check-in Counter Access Control bagi maskapai dan  sebagai Health Validation Process Control bagi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Aplikasi PeduliLindungi kini telah terintegrasi dengan sistem satu data vaksinasi nasional dan data “New All Record” Kementerian Kesehatan yang terhubung dengan 742 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Adapun terkait penggunaan aplikasi ini dengan cara klik aplikasi PeduliLindungi, klik Paspor Digital dan klik Hasil Test Covid-19 selanjutnya akan mendapatkan barcode.

Barcode tersebut dapat langsung di-scan di fasilitas barcode scanner yang telah disediakan di bandara.

“Akan tampil pada layar dua jenis hasil validasi, yaitu layak terbang dengan warna hijau atau tidak layak terbang berwarna merah,” ungkapnya.

Irawan juga menjelaskan bahwa keterangan hasil layak terbang akan muncul apabila data calon vaksinasi minimal dosis satu dan hasil RT PCR negatif yang telah dilakukan calon penumpang dalam kurun waktu 2 x 24 jam sebelum keberangkatan telah terdeteksi di aplikasi PeduliLindungi.

Data hasil tes Covid-19 sendiri akan terdeteksi apabila laboratorium dan fasilitas pelayanan kesehatan dimana penumpang melakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen dan Polymerase Chain Reaction (PCR) telah melakukan entry dari hasil pemeriksaan RDT Antigen dan Uji Real time PCR ke dalam data New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan.

“Oleh karenanya masyarakat diharapkan dapat melakukan Test Covid-19 di laboratorium dan fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah terdaftar dan terintegrasi ke dalam sistem Informasi satu data Covid-19 PeduliLindungi,” ujar Irawan.

Sementara untuk penumpang dengan hasil validasi tidak layak akibat belum terinputnya sertifikasi vaksin atau data hasil tes covid-19 sesuai yang dipersyaratkan, akan dilakukan validasi manual oleh KKP, lanjutnya.

“Kami akan terus melakukan evaluasi meliputi aspek people, process dan facilities agar pelayanan ke seluruh pengguna jasa lebih baik. Aplikasi PeduliLindungi diharapkan mampu mengatasi praktik pemalsuan dan penipuan hasil Tes Covid-19 serta sertifikat vaksin yang belakangan marak terjadi di beberapa tempat sehingga hanya orang yang sehat yang dapat berpergian,” tutupnya (*/mlo)


Pos terkait