Bangga! Salam Tabek Oy Jadi Salam Pelopor Perdamaian Indonesia

  • Whatsapp
Bupati Mesuji Saply TH saat menyampaikan sambutannya - Foto Dok PROKOMPIM Mesuji

Medialampung.co.id – ‘Salam Tabek Oy’ atau dikenal sebagai salam khas Mesuji akan digunakan sebagai salam pelopor perdamaian Indonesia.

Hal itu disampaikan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial Sunarti saat menghadiri malam ramah tamah dengan Bupati Mesuji dan peserta pengukuhan Pelopor Perdamaian Indonesia di Taman Kehati, Mesuji, Senin malam (30/11).

Dikatakan Sunarti, ditetapkannya Mesuji sebagai lokasi peluncuran dan pengukuhan Pelopor Perdamaian Indonesia merupakan penunjukan langsung dari Menteri Sosial Juliari Batubara.

Sunarti mewakili Kementerian Sosial juga mengucapkan terima kasih atas sambutan yang baik dari pemerintah daerah dan masyarakat Mesuji.

“Mesuji bagi kami adalah satu wilayah yang menjadi ikon besar harmonisasi Indonesia. Kami merasakan keniscayaan yang sangat besar mampu menggerakkan komunitas untuk pencegahan konflik sosial dan bencana sosial,” ucap Sunarti.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial Sunarti saat menghadiri malam ramah tamah dengan Bupati Mesuji dan peserta pengukuhan Pelopor Perdamaian Indonesia di Taman Kehati, Mesuji, Senin malam (30/11/2020).

Sementara itu, Bupati Mesuji Saply TH mengucapkan terima kasih atas digunakannya salam tabek oy sebagai salam Pelopor Perdamaian Indonesia.

Dijelaskannya, salam tabek oy merupakan salam khas Mesuji yang berarti permisi, kemudian dijawab dengan kata “ja’o” yang berarti silakan.

Saply menyambut baik dengan dipilihnya Kabupaten Mesuji sebagai lokasi acara peluncuran dan pengukuhan Pelopor Perdamaian Indonesia.

Menurutnya, merupakan sebuah kehormatan bagi Mesuji untuk dapat menjadi tuan rumah acara berskala nasional.

“Mudah-mudahan dari Mesuji inilah dapat menginspirasi serta memberikan semangat motivasi pelopor perdamaian di seluruh Indonesia sesuai dengan semboyan Kabupaten Mesuji ‘Bumi Ragab Begawe Caram’ yang berarti daerah yang dihuni oleh masyarakat yang damai dalam kebersamaan dan kegotongroyongan,” pungkas Saply. (adv/mlo)




Pos terkait