Bangunan di Curup Ciptamulya Diduga Proyek Siluman

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pengerjaan bangunan fisik, Gazebo, dan perlengkapan pendukung tempat wisata air terjun (curup) Ciptamulya, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) dipertanyakan.

Pasalnya banyak kejanggalan yang dikeluhkan pada proyek yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2019 tersebut, seperti sudah terjadi kerusakan serta ketidak jelasan kegiatan mulai dari mana program itu berasal, siapa pelaksananya dan berapa anggarannya.

Bacaan Lainnya



Oleh sebab itu institusi berkompeten pemerintah diharapkan melakukan pengecekan bahkan audit pada kegiatan itu. Sebab selain terkesan proyek siluman dikhawatirkan kegiatan itu merugikan negara jika melihat kualitas bangunan yang terkesan asalan. 

“Kami minta kegiatan itu ditinjau ulang, karena beredar kabar dana yang dianggarkan cukup fantastis, namun nilai pembangunan di lapangan diprediksi tidak sampai Rp100 juta, dan saat ini pada beberapa bagian bangunan sudah mengalami kerusakan,” ungkap salah satu sumber berita yang enggan disebutkan namanya.

Terpisah, Peratin Ciptamulya Nandang Romadona membenarkan jika lokasi wisata air terjun setempat pada 2019 lalu mendapatkan bantuan pembangunan fasilitas pendukung, namun dirinya juga tidak mengetahui spesifikasi bangunan tersebut, karena dalam pengerjaannya dilakukan oleh pihak ketiga yang dirinya juga tidak tahu. 

Namun Nandang menyebutkan sebelum kegiatan dimulai Petugas dari Dinas Kehutanan (Dishut) memberitahukan terkait pembangunan itu. “Saya tidak tahu apakah ada papan proyek atau tidak karena saya tidak mengamatinya sebab yang mengerjakannya juga bukan pekon,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah Pelaksana Tugas (Plt), Kasi Perlindungan, Pemberdayaan Masyarakat dan KSDAE, Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) II Liwa Rizal Tiyas, tidak dapat memberikan keterangan lebih jelas. Namun pihaknya menganjurkan untuk berkoordinasi dengan Kasi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dadang Triyana Hadi.  Dan saat dikonfirmasi melalui kontak whatsapp, meski pesan sudah dibaca (read) tapi tidak ada respon lebih lanjut.(ius/mlo)



Pos terkait