Bantuan 250 Ribu Ekor Ikan Nila Disalurkan Mulai Pekan Depan

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Barat akan mulai menyalurkan bantuan kepada masyarakat berupa benih ikan nila berikut pakan. Total bantuan yang akan disalurkan sebanyak 250.000 ekor ikan nila, kemudian 7,5 ton pakan ikan. 

Kabid Pengelolaan Pembudidayaan Ikan pada Dinas Perikanan Lambar Umi Fitria mengungkapkan, bantuan tersebut akan mulai disalurkan pekan depan, dan penyalurannya akan dilakukan secara bertahap di sejumlah kecamatan. 

Bacaan Lainnya

“Pekan depan sudah mulai kami salurkan, tetapi bertahap. Mungkin untuk beberapa kecamatan dulu,” ungkap Umi mendampingi Kepala Dinas Perikanan Kamaluddin, Kamis (15/7). 

Dijelaskan, bantuan tersebut digulirkan dalam rangka pemulihan perekonomian masyarakat, yang selama ini terdampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Melalui pemberian benih tersebut, masyarakat nantinya bisa memiliki penghasilan tambahan. 

“Kami akan berikan bantuan benih ikan nila dengan kuota untuk 100 orang, masing-masing akan menerima sebanyak 2.500 ekor benih ikan nila, kemudian 75 kilogram pakan ikan, sebagai pendukung agar produksi ikan nila bisa maksimal dan benar-benar menghasilkan,” ujarnya. 

Jenis benih ikan nila yang akan diberikan yakni ikan nila nirwana yang akan didatangkan dari Sukabumi Jawa Barat. Ikan nila jenis tersebut, pertumbuhan sangat baik di Lambar dan merupakan jenis ikan nila yang sudah banyak dibudidayakan oleh para pembudidaya. 

“Untuk persyaratan yang berhak menerima adalah masyarakat yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Untuk proses pengajuannya yakni dengan membuat surat permohonan kepada Dinas Perikanan diketahui oleh peratin,” kata dia. 

Selain bantuan benih tersebut, kata dia, tahun 2021 ini pihaknya juga mengalokasikan untuk bantuan calon indukan sebanyak 10 paket, masing-masing paket sebanyak 400 ekor yang terdiri dari 100 ekor jantan dan 300 ekor betina. 

“Untuk penerima calon indukan ini tentunya adalah betul-betul pembenih, artinya ia harus mampu menunjukkan keberhasilan melakukan pembudidayaan terhadap calon indukan yang diberikan,” bebernya. 

Lebih lanjut dikatakannya, agar bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran dan sesuai harapan, pihaknya akan melakukan survey di lapangan sebelum bantuan tersebut didistribusikan. 

“Kalau misalnya hasil survey dinyatakan layak dan memenuhi kriteria maka bantuan akan diberikan, namun jika tidak masuk dalam kriteria tentu surat permohonannya akan ditolak,” pungkasnya. (nop/mlo)


Pos terkait