Bantuan Benih Padi Diduga Tak Tersalur Maksimal ke Petani

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Pengurus kelompok tani (Poktan) Sinar Harapan, Pekon Bumijaya, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat diduga tidak maksimal dalam menyalurkan bantuan benih yang disalurkan Pemkab Lambar melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH).

Hal tersebut menuai keluhan. Dimana, bantuan benih yang seyogyanya di peruntukan untuk membantu petani sawah itu justru tak merata dinikmati oleh petani yang tergabung dalam kelompok tersebut. 

Bacaan Lainnya



“Untuk saya pribadi saya sangat jarang mendapat bantuan benih padi tersebut meskipun setiap tahun kelompok kami mendapat alokasi, namun jika dibandingkan dengan saya banyak anggota poktan lainnya yang sama sekali tidak pernah menerima bantuan tersebut dengan beragam alasan,” ungkap salah seorang anggota Poktan Sinar Harapan yang enggan disebutkan namanya.

Padahal, melihat kondisi real di lapangan, petani di wilayah itu sangat layak untuk mendapat bantuan benih. Sehingga pihaknya berharap instansi terkait turun guna menindaklanjuti keluhan petani tersebut, terutama mengevaluasi pengurus poktan tersebut.

“Di poktan kami (sinar harapan) ada 25 anggota, setiap tahun mendapat bantuan benih. Namun untuk total benih yang harus petani terima, kami tidak paham karena selama ini memang tidak pernah ada kejelasan dari pengurus. Ada petani yang hanya menerima satu paket benih dengan kemasan 5 kilogram benih, ada yang menerima dua paket. Bahkan ada yang tidak pernah menerima sama sekali,” akunya.

Untuk itu, meskipun pihaknya tidak mengetahui secara jelas mekanisme penyaluran maupun jumlah benih padi yang disalurkan tersebut. Namun, pihaknya berharap bantuan itu tetap dapat tersalur sesuai dengan daftar alokasi untuk petani yang tergabung dalam kelompok tersebut.

“Saya dan petani lainnya nggak tau mekanismenya seperti apa pembagian bantuan bibit. Tapi kalau hal seperti ini tidak segera disikapi maka sangat merugikan petani. karena, setiap tahun Poktan menyampaikan usulan bantuan benih dengan daftar nama penerima yang tertera, namun ketika bantuan datang tidak semua tersalur ke petani,” imbuhnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari Ketua Poktan Sinar Harapan, Muchlis. Saat dihubungi via ponselnya sedang dalam keadaan tidak aktif. Begitu pun dengan Kabid Tanaman Pangan Ir. Onni Violetta, M.P, saat dikonfirmasi via telepon dan WhatsApp tidak merespon. (edi/mlo)



Pos terkait