Bantuan Pupuk Diduga Fiktif, Inspektorat akan Panggil Kelompok Tani

  • Whatsapp
iLUSTRASI

Medialampung.co.id – Inspektorat Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), pekan depan akan memanggil kelompok tani yang tercantum sebagai penerima bantuan pupuk jenis Urea dan Phonska melalui anggaran Dana Desa (DD) tahun 2018 di Pekon Sumber Agung yang diduga fiktif.

Inspektur Kabupaten Pesbar, Edy Mukhtar, S.P., mengatakan, rapat yang dilaksanakan di kantor Kecamatan Ngambur itu merupakan salah satu tindak lanjut dari pengaduan baru dari masyarakat terhadap kegiatan pelaksanaan program yang bersumber dari dana desa Pekon Sumber Agung tahun anggaran 2018, salah satunya mengenai bantuan pupuk untuk kelompok tani yang diduga fiktif.

Bacaan Lainnya



“Saat ini kita masih melengkapi semua data pendukung dari semua pihak-pihak terkait mengenai persoalan bantuan pupuk dari dana desa tahun 2018 yang diduga fiktif di Pekon Sumber Agung titu,” katanya, Kamis (7/5).

Salah satunya, kata dia, pekan depan akan memanggil kelompok tani sesuai dengan data penerima bantuan pupuk tersebut. Pemanggilan kelompok tani itu untuk minta keterangan mengenai kebenaran bantuan pupuk yang dianggarkan melalui dana desa Pekon Sumber Agung. Bukan hanya akan memanggil kelompok tani saja, tapi semua pihak-pihak terkait seperti Dinas Pertanian dan lainnya, bahkan termasuk peratin Pekon Sumber Agung juga akan diminta keterangan oleh Inspektorat.

“Karena itu dalam proses penanganan terhadap persoalan bantuan pupuk melalui dana desa yang diduga fiktif itu akan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Masih kata dia, Inspektorat juga akan berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) mengenai persoalan tersebut, artinya jika nanti akan ditangani APH maka persoalan itu akan diserahkan ke APH, dan diperkirakan juga akan dilihat terlebih dahulu jumlah kerugian negara yang ditimbulkan. Mengingat anggaran dana desa itu merupakan anggaran Pemerintah untuk kepentingan masyarakat.

Sementara, mengenai anggaran Pekon yang bersumber dari dana desa di seluruh Pekon se Kabupaten Pesbar, pihaknya juga mengimbau seluruh Peratin agar dalam melaksanakan perencanaan anggaran dari dana desa yang digulirkan setiap tahun itu dengan baik dan maksimal. Selain itu dalam perencanaan juga harus transparan dan melibatkan masyarakat maupun pihak-pihak terkait.

“Dengan begitu, mudah-mudahan hasilnya akan baik. Peratin jangan ada niatan untuk memperkaya diri atau mencari keuntungan dari dana desa itu,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait