Bantuan Sosial Beras untuk 1.182 KPM PKH Mulai Distribusikan 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Usai dilaunching oleh Bupati Hi. Parosil Mabsus bersama Wakil Bupati Drs. Hi. Mad Hasnurin pada pertengahan Oktober lalu.  Kini, bantuan sosial beras (BSB) untuk 1.182 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Belalau mulai didistribusikan ke 10 pekon, Senin (26/10).

Koordinator Kecamatan (Korcam) Pendamping PKH Kecamatan Belalau Rahmad Syafei, mengatakan BSB untuk periode penyaluran selama tiga bulan yaitu Agustus, September dan Oktober tersebut kini mulai distribusikan ke tingkat pekon.

Bacaan Lainnya


“Masing masing KPM mendapat bantuan sebanyak 45 kilogram beras untuk akumulasi selama tiga bulan. Bantuan kita distribusikan atau kita serahkan langsung kepada masyarakat di setiap pekon,” jelasnya.

Dijelaskannya, mekanisme penyaluran bantuan dilakukan dari gudang Bulog dan didistribusikan langsung kepada KPM atau titik-titik yang telah disepakati di tingkat pekon. 

“Proses pendistribusian dilakukan oleh pihak transporter atau jasa pengangkut yang ditunjuk oleh Kemensos dan kami (pendamping PKH) melakukan pengawasan guna memastikan jumlah beras cukup dan sudah diterima oleh KPM PKH,” kata dia.

Sementara, Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Belalau Sudirman, S.I.P, mendampingi Camat Belalau Sri Handayani, S.H, mengatakan, bantuan sosial beras yang khususnya diterima oleh KPM PKH ini merupakan program kementerian sosial dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan dan menjadi bagian dari upaya untuk membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Bantuan ini secara khususnya diberikan kepada masyarakat kurang mampu yang masuk dalam peserta PKH. Kita berharap bantuan yang diberikan pada saat ini membawa berkah bagi masyarakat dan tentunya dapat meringankan beban di tengah pandemi covid-19,” ungkapnya.   

Ia menambahkan bahwa PKH merupakan salah satu strategi penanggulangan kemiskinan yang ditujukan untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan memperkuat bantuan di sektor pendidikan, kesehatan atau gizi dan kesejahteraan sosial. (edi/mlo)




Pos terkait