Bantuan yang Dinanti Tak Kunjung Datang

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sungguh miris nasib Saptinah (61), warga Kampung Kaplingan, Jl. R. Imba Kesuma Kelurahan Sumber Rejo Sejahtera Lingkungan 1 RT.05 Kecamatan Kemiling. 

Tiap kali turun hujan yang cukup deras ia selalu was-was karena itu berarti bencana kecil bagi di rumahnya yang kondisi atapnya sudah bocor di sana-sini.

Bacaan Lainnya



“Saya kalo ditanya-tanya kondisi rumah saya, saya pasti nangis pak. Rumah saya gentengnya banyak yang bocor, dapurnya hampir rubuh,” kata Saptinah kepada medialampung.co.id di kediamannya, Selasa (6/10).

Pekerjaannya sebagai Asisten rumah tangga membuat ibu satu anak ini tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya, terutama bagian dapur karena penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Saptinah mengatakan, sejak suaminya meninggal delapan tahun yang lalu, ia harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, terlebih anak laki-lakinya juga tidak bekerja lagi semenjak pandemi Covid-19 melanda.

“Pekerjaan saya sebagai ART dengan gaji Rp 800 ribu/bulan, untuk makan saja masih kurang bagaimana mau benerin rumah,” ucapnya sambil berlinang air mata.

“Saya tinggal di rumah ini sudah 30 tahun jadi kalo sudah pada bocor dan dindingnya juga mengelupas karena tidak pernah didandan,” imbuhnya.

Saptinah berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial Tunai (BST), sayangnya bantuan tersebut tak pernah ia terima meski mengaku pernah didata oleh pihak pamong setempat.

“Suka sedih kalau ada orang dapat bantuan, miris hati saya. Kok saya tidak dapat, bagi dia kurang miskin apa saya ini. Sedangkan bantuan beras saya baru dapat tiga kali katanya sudah lima kali,” katanya dengan nada lirih. 

Dia berharap, di tengah pandemi Covid-19 dimana dia menjadi tulang punggung keluarga dalam mencari uang ada bantuan dari pemerintah, selain itu ia juga mengharapkan bantuan bedah rumah dari Pemkot Bandarlampung.

“Saya harapkan ada bantuan bedah rumah, dari mana saja supaya kalau hujan rumah saya tidak bocor lagi,” harapnya.

Sementara itu, Camat Kemiling Socrat Pringgodani ketika dikonfirmasi terkait salah satu warganya yang belum mendapatkan bantuan tersebut berjanji secepatnya akan memperbaiki data masyarakat kurang mampu di wilayahnya.

“Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas informasinya dan secepatnya saya akan memperbaiki data masyarakat kurang mampu di wilayah saya,” saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Dia juga akan membantu untuk meringankan beban  dengan mengirimkan bantuan beras secepatnya ke rumah Saptinah. 

“Untuk masalah rumahnya yang sekarang ini kita akan mencoba melalui Dinas terkait untuk membantu dengan program bedah rumah. Namun untuk saat ini program nya terkendala karena pandemi covid-19,” pungkasnya.(*/mlo)



Pos terkait