Banyak Ditemukan Sapi Pemakan Sampah

Medialampung.co.id – Hingga kini masih banyak sapi milik warga yang makan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, Pekon Balai Kencana Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar). 

Hal itu dikhawatirkan akan berdampak bukan hanya pada hewan ternak itu sendiri, tapi juga pada kesehatan warga yang mengkonsumsi ternak pemakan sampah tersebut.

Bacaan Lainnya

Kabid Peternakan, Mesrawan, S.STP, M. Si., mendampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP) Unzir, S.P., mengaku, hingga kini masih banyak pemilik ternak yang melepasliarkan hewan ternaknya seperti sapi di lokasi TPA sampah. Sehingga, secara otomatis sapi yang diliarkan itu memakan sampah yang ada di TPAS tersebut.

“Sebelumnya kita sudah mengimbau para peternak di wilayah itu agar tidak melepasliarkan ternaknya di lokasi TPAS, karena dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan hewan ternak itu,” katanya, Rabu (12/1).

Dijelaskannya, sapi yang diliarkan di lokasi itu dikhawatirkan memakan sampah berbahaya seperti sampah plastik yang susah dicerna. Begitu juga dengan jenis sampah berbahaya lainnya, sehingga kesehatan dan perkembangan sapi bisa bermasalah. Kondisi ini jelas harus menjadi perhatian bersama, agar kedepan tidak ada lagi warga yang melepasliarkan ternaknya di lokasi TPAS itu.

“Sedangkan, dampak kesehatan terhadap manusia yang mengkonsumsi daging sapi pemakan sampah itu hingga kini belum ditemukan, kemungkinan memang tidak ada dampaknya,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Kebersihan, Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup dan Pertamanan, Ridwan Zikri, S.Km., mendampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pesbar, Husni Arifin, S.Ip., juga mengakui masih ada warga yang melepasliarkan hewan ternaknya di lokasi TPAS. Meski telah diimbau, tapi masih banyak warga yang kembali melepasliarkan ternaknya di lokasi TPAS tersebut.

“Kita sudah sering memberikan imbauan kepada warga agar tidak melepasliarkan ternaknya di lokasi TPA sampah tersebut, karena dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan hewan ternak tersebut, maupun dampak lainnya,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)

Pos terkait