Banyak Prestasi Membanggakan Diraih SMPN 32 Bandarlampung 

  • Whatsapp
Kepala SMPN 32 Bandarlampung, Wahono (empat dari kiri) saat foto bersama sejumlah dewan guru sekolah setempat.

Medialampung.co.id – Kepala SMPN 32 beralamatkan di Jl. Terusan Darussalam, Susunanbaru, Kecamatan Tanjungkarang Barat (TkB), Kota Bandarlampung, Dr. Wahono, M.P.d., berhasil mendidik siswanya sehingga mampu meraih prestasi empat kali juara tingkat provinsi dan dua kali juara se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). 

SMP yang berdiri pada 2016/2017 dan awalnya hanya memiliki 102 siswa bina lingkungan (biling) tersebut, di tahun pertama masih numpang tempat di salah satu sekolah dasar (SD) di bandarlampung.

Bacaan Lainnya



Lalu pindah lagi pada tahun kedua, hanya menempati 10 kelas, dari 102 murid yang ada, ditambah pendaftar 302 menjadi 422 siswa di SMPN 7 Bandarlampung.

Masih di SMPN 7 Bandarlampung, mulailah menjalankan program Akademik dan Non akademik, menjalankan pembelajaran juga mengikuti perlombaan Lomba Lintas Medan (L2M).

Extrakulikuler meski belum bisa berbicara banyak tapi sudah meraih juara Provinsi Hapkido di Metro Lampung Timur, juga meraih juara dramben tingkat provinsi dan diikuti peserta dari seluruh kabupaten.

Setelah tahun ketiga baru menempati SMPN 32 yang baru, berjalan dua tahun. Wahono terus mengencerkan pembelajaran akademik dan non akademik.

Dan selama wahono menjabat kepala SMPN 32 Bandarlampung terhitung sudah meraih Empat kali juara provinsi dan dua kali juara se sumatera bagian selatan (sumbagsel) 

“SMPN 32 memiliki peluang mengikuti perlombaan di jakarta tapi bisa dilakukan apabila sudah memiliki anggaran karena 80% siswa adalah bina Lingkungan,” kata dia

Terus dia, Siswa bina Lingkungan tidak boleh dipungut biaya. Tapi kalau ke jakarta harus memiliki dana yang cukup, jadi kita harus tunggu bantuan apakah dari wiraswasta, sekolah atau bantuan yang lain.

Keberangkatan ke Jakarta baru akan dilaksanakan tahun ini karena tahun lalu terhambat Covid-19. Bertanding ke Jakarta adalah sebuah keberuntungan, dengan mewakili seluruh SMP di Lampung.

Untuk peralatan ekstrakurikuler SMPN 32 selain membeli dari sedikit demi sedikit, juga memakai alat milik pribadi kepala SMPN 32, karena selain memimpin sekolah juga sebagai pelatih drum band juga sebagai pengurus di Pemprov Lampung.

Karena itu, Wahono memiliki alat drum band dan digunakan di SMPN 32, juga terlengkap di tingkat SMP di Bandarlampung.

Yang ditugaskan untuk melatih SMPN 32 juga merupakan pelatih yang berkualitas, dan bergaji Rp2 juta per pelatih dari tiga pelatih. Didatangkan dari pemprov lampung.

Salah satunya Abdullah Qolbi seorang pelatih pilihan dari Provinsi Lampung juga anak didik dari Wahono, di sela-selanya tak lepas dari pengawasan kepala sekolah.

Di bidang Akademik dan non Akademik seperti hapkido beladiri campuran karate dan pencak silat, meraih juara satu 3 orang dan juara dua 1 orang di semarang tahun 2019, dan pelatih nasional termasuk guru honor di SMPN 32.

Biaya mandiri anak didik reguler golongan siswa yang mampu karena pada tahun 2017/2018 SMPN 32 memiliki siswa reguler sebanyak 10 persen jumlah 30 anak dan berprestasi 

Bidang akademik non akademik SMPN 32 masuk Kompetisi Kompetensi Mata Pelajaran (KKM) Seperti mata pelajaran IPA, IPS ,Bidang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ekstrakurikuler.

Juga olahraga tingkat kecamatan. Dari 6 yang dikirim, 5 siswa maju pada tahap berikutnya. 

Dari dana sarana prasarana pihak sekolah membuat lapangan basket, mengecor, membeli tiang basket kelas internasional, dan gawang futsal. Juga ada beberapa fasilitas yang lain juga membeli sendiri.

Jadwal masuk kelas pukul 07.00 WIB, sebelum pembelajaran murid di biasakan mengaji terlebih dahulu  lalu pulang pukul 14.45 – 15.00 WIB.

Program-program kedepan di bidang akademik kami mengemas, seperti membimbing secara intens, dan perpustakaan pun sudah dipenuhi sesuai kebutuhan sekolah. 

Pelaksanaan pembelajaran ke depan konsep menjalankan protokol kesehatan, tapi menunggu keputusan dari Pemkot Bandarlampung melalui Dinas Pendidikan kapan boleh masuk sekolah.

Untuk pakaian bagi yang reguler di bebaskan untuk membeli pakaian dimana saja, namun siswa dari jalur biling ada tanggungan dari pemerintah kota Bandarlampung. 

Harapannya semoga tidak meleset dari tanggal 21 Agustus bulan depan, karena kasihan anak-anak pasti sudah banyak yang ingin sekolah belajar bersama-sama di sekolah.

Sekolah Sudah mealokasikan dana bos di atas 15 juta untuk menambah tempat cuci tangan dan peralatan pencegahan Covit-19 seperti hand sanitizer dan masker. Semoga secepatnya keadaan membaik supaya siswa bisa bertatap muka. 

Pihak sekolah memiliki visi untuk memberikan program pembelajaran tambahan tiga kali dalam seminggu, juga Untuk ekstrakurikuler yang sudah meraih juara tetap dipertahankan baik di tingkat nasional, se-Sumbagsel dan tingkat provinsi. (ion/mlo)



Pos terkait