Bappeda Lambar Gelar Forum Gabungan Perangkat Daerah

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemkab Lambar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar acara forum gabungan perangkat daerah dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2022 melalui virtual meeting aplikasi zoom, Selasa (9/3)

Forum tersebut diikuti perangkat daerah serta kecamatan. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan usulan musrenbang kecamatan secara virtual.

“Forum gabungan SKPD ini sebagai tindaklanjut musrenbang kecamatan. Forum ini untuk mensinkronkan antara usulan kecamatan dengan program yang ada di perangkat daerah dan usulan yang diterima akan dimasukkan dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2022,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Agustanto Basmar, S.P, M.Si.

Pada kesempatan itu, Agustanto juga mengingatkan Perangkat Daerah dan Kecamatan terkait pandemic Covid-19 bahwa pemerintah pusat sangat konsen terhadap masalah pandemi Covid-19 ini namun yang perlu menjadi bagian improvisasi kita dalam bekerja adalah bagaimana penanganan dampak ekonomi dari adanya pandemic Covid-19.

“Bagi perangkat daerah yang berurusan dengan bidang perekonomian seperti Diskoperindag, lingkup pertanian termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif agar tahun depan berpikir bagaimana terhadap masyarakat yang terkena dampak ekonomi akibat adanya pandemi Covid-19 ini,” kata dia

Disisi lain, kata Agustanto, untuk jaring pengaman sosial, seperti Dinas Sosial, BPBD dan Pemberdayaan Perempuan agar memperhatikan improvisasi program kegiatan untuk tahun 2022 mendatang.

“Pada tahun 2020 ini kita akan ada refocusing dan kita mengalami pengurangan DAU sekitar Rp16 miliar, kemudian kita melakukan rasionalisasi atau penataan minimal 8 persen dari DAU dan 30 persen untuk DID dan itu semua peruntukannya untuk penanganan Covid-19 mulai dari vaksinasi, jaring pengaman sosial dan dampak untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Artinya hari ini kita berdiskusi menyusun program untuk tahun 2022 jadi mari kita berpikir ke arah sana untuk tahun depan. Kalau pun tahun depan ada refocusing maka pemetaan kita akan lebih mudah lagi untuk dilaksanakan karena sasaran kita kepada masyarakat yang terdampak,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Indra Gunawan mengungkapkan khusus untuk Kecamatan Lumbokseminung dan Kecamatan Waytenong mendapat perhatian khusus dari pihaknya karena didalam system belum terlihat usuan baik di Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) maupun Dinas Pendidikan.

Menanggapi hal itu, Sekcam Waytenong Efhan mengatakan, untuk Kecamatan Waytenong dari beberapa instansi tersebut tidak ada usulan karena yang disampaikan kepada kecamatan tidak ada.

”Dari Waytenong ada 26 usulan dari hasil musurenbang tingkat pekon. Ada beberapa yang disampaikan kepada kami namun tidak disampaikan di system karena tidak menjadi prioritas dan bisa dilaksanakan melalui dana desa,” ucapnya. (lus/mlo)




Pos terkait