Baru 43 Peserta Daftar di SMPN 1 Krui

  • Whatsapp

Medialampung.co.id –  Sejak pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dimulai Selasa (2/6) hingga kini di SMPN 1 Krui atau SMPN 1 Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) sudah ada 43 berkas calon siswa yang mendaftar di sekolah itu melalui jalur zonasi.

Kepala SMPN 1 Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Wina Astuti, M.Pd., melalui Wakil Kepsek Filhusni, S.Pd., mengatakan dalam pendaftaran PPDB di sekolah itu dilakukan secara online dan manual atau calon siswa daftar langsung ke sekolah. Sedangkan, untuk PPDB jalur zonasi hingga kini sudah ada 43 berkas pendaftar yang masuk, dengan rincian 20 pendaftar langsung mengirimkan berkas ke sekolah dan 23 pendaftar melalui online.

Bacaan Lainnya



“Kita berharap untuk PPDB jalur zonasi dengan kuota minimal 50 persen yang akan dilaksanakan hingga 19 Juni 2020 mendatang itu bisa tercapai sesuai target,” katanya, Rabu (3/6).

Selain jalur zonasi, kata dia, dalam PPDB juga bisa melalui jalur afirmasi dengan kuota 15 persen, jalur pindah tugas orangtua/wali maksimal lima persen dan jalur prestasi maksimal 30 persen. Dengan begitu,diharapkan delapan ruang kelas belajar (RKB) untuk siswa baru kelas VII dengan 256 siswa di sekolah itu dapat terpenuhi, dimana dalam satu RKB akan diisi sekitar 32 siswa.

“Target calon siswa baru tahun ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 160 siswa,” jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, diharapkan adanya dukungan dari semua pihak, terutama enam Sekolah Dasar (SD) yang ada di dalam zonasi SMPN 1 Pesisir Tengah, yakni SDN 1 Krui, SDN 2 Krui, SDN 6 Krui, SDN 5 Krui, SDN 9 Krui dan SDN 75 Krui. Sedangkan terkait dengan penetapan zonasi itu tentu berdasarkan surat edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesbar.

“Sebelumnya kami juga telah berkoordinasi dan sosialisasi kepihak SD yang masuk zonasi dan juga kepada para guru-nya terkait dengan PPDB jalur zonasi tersebut,” katanya.

Sementara itu, masih kata, mengenai kegiatan belajar mengajar di sekolah ini untuk kelas VII dan VIII hingga kini masih dilakukan dengan sistem online, pihak wali kelas maupun guru memiliki tugas masing-masing untuk membimbing siswanya dalam melakukan kegiatan belajar di rumah. Artinya, siswa tetap melaksanakan kegiatan belajar dan mengerjakan tugas sekolah dirumah.

“Sejauh ini dalam sistem kegiatan belajar di rumah itu belum ada kendala, pihak sekolah juga tetap akan terus memantau seluruh siswa, sehingga siswa benar-benar melaksanakan tugas sekolah dengan maksimal,” pungkasnya. (yan/d1n/mlo)



Pos terkait